Dampak Virus Corona.... Beginilah Keadaan Pasar Tradisional di Bogor
-->

Advertisement


Dampak Virus Corona.... Beginilah Keadaan Pasar Tradisional di Bogor

REDAKSI
24 Maret 2020

LKI-CHANNEL , BOGOR

Akibat wabah virus Corona Pasar Anyar sepi pengunjung wabah virus Corona yang saat ini melanda seluruh dunia berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat salah satunya pasar tradisional di Pasar Anyar kota Bogor, situasi pasar tampak sepi pengunjung Yang terlihat umumnya hanya pedagang yang menunggu pembeli datang.


Dalam pantauan LKI-CHANNEL , di Pasar Anyar kota Bogor lorong-lorong kios di pasar yang memiliki luas 9.6  hektare ini pengunjung datang untuk berbelanja tampak sepi lengang hanya ada beberapa pengunjung yang berbelanja kebutuhan pokok, dan banyak kios pun tampak tutup.

Saat di jumpai HUMAS PT.Propindo, Maman Syahputra yang juga sebagai salah satu pimpinan pengelola Pasar Anyar, mengatakan saat tampak sepi terjadi sejak hari Senin (16/03). Para pedagang pun mengeluhkan keadaan tersebut, walaupun penyemprotan cairan desinfektan sudah dilakukan oleh pihaknya sejak Senin, guna pembersihan dan pencegahan penyebaran virus Corona.

Bahkan Operasi pasar yang dilakukan pada selasa (24/03) pagi oleh pelaku usaha menurutnya sepi peminat, tak seperti biasa bila diadakan operasi Pasar sebelum-sebelumnya.

“Tadi pagi pun operasi Pasar yang dilakukan pengelola pasar sangat sepi, karena memang kondisi pasar pengunjungnya tidak ada, ” jelas Maman panggilan akrab Kepala PD. Pasar Anyar saat ditemui LKI-CHANNEL di kantornya Selasa pagi lebih lanjut Kepala PD. PASAR ANYAR Kota Bogor menjelaskan bahwasannya pihaknya sudah melakukan beberapa upaya pencegahan terjangkit nya virus Corona kepada seluruh pelaku pasar baik dengan memberikan himbauan tata cara pencegahan maupun tindakan berupa penyemprotan Desinfektan, penyediaan sanitizer di setiap pintu masuk pasar dan ruang yg sering digunakan seperti toilet dan setiap  kawasan PD. PASAR ANYAR.
Keluhan para pedagang pun kerap ia dengar dengan kondisi sepi pengunjung pasar yang ia kelola, dengan kondisi seperti ini penurunan penjualan komoditas pasar pun tampak.

Bahkan“Pedagang pun mengeluhkan , sampe ada yang bilang kok pasar sepi banget nih pak gara-gara Corona, jangan sampai di lockdown ini pak, yah itu kan keputusan pemerintah pusat saya jawabnya sama para pedagang,” ujarnya.

Maman mengatakan hampir rata-rata kebutuhan bahan pokok seperti ayam potong dan daging sapi menurun 50% penjualannya. Gula ada stok namun pasokan berkurang, yang tampak sangat menonjol menurun penjualannya adalah kebutuhan sandang seperti pakaian yang memang bukan kebutuhan sehari-hari. Namun beberapa ada pula pengunjung yang datang ke pasar untuk menjual emasnya karena harga emas sedang tinggi, mengikuti nilai Dolar Amerika.

“Hampir rata-rata pedagang menurun penjualannya, ungkap Maman.

Meskipun demikian, Maman mengatakan para pedagang tetap bersemangat membuka usahanya walaupun ramai pemberitaan wabah penyebaran dan penularan Covid-19. Untuk pencegahan terjadi penularan pedagang kerap dihimbau untuk menjaga kebersihan dan melakukan pencegahan seperti yang sudah diumumkan oleh pemerintah.

“Ya mereka juga tetap harus nyari duit kan, rejeki mah ada buat makan sehari-hari kata mereka (pedagang-red), kita juga himbau agar menjaga kebersihan lingkungan kios, dan mengikuti himbauan pemerintah untuk selalu mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih tangan, selain itu penyemprotan desinfektan seminggu ini sudah kami lakukan rutin setiap beberapa malam sekali,” pungkasnya.

Di sisi lain, begitu pula keluhan salahsatu pedagang kebutuhan bahan pokok seperti pemilik toko sembako di pasar anyar blok CD 6, dirinya mengungkapkan sepinya pengunjung pasar pun berdampak pada barang dagangannya.

“Sepi Bang, dari pagi sampe siang begini, biasa omset rata2 dalam 10-15 juta sejak adanya wabah Corona turun drastis menjadi 4-5 juta” Ujar Sri Mulyani (pemilik toko sembako) Saat di konfirmasi salah satu pengunjung pasar pun mengatakan "Takut pak, sejak ada wabah kami jadi jarang belanja ke pasar paling beli ke warung2 kecil disekitar rumah ujar Eny Krisnawati salah satu pengunjung . (Adi & sawe'i)