Pedagang kaki lima atau pun kios di sekitaran Tanah sareal mengeluh dan memilih tutup
-->

Advertisement


Pedagang kaki lima atau pun kios di sekitaran Tanah sareal mengeluh dan memilih tutup

REDAKSI
27 Maret 2020

LKI-CHANNEL , BOGOR

Mencoba menulusuri sebagian kampung di wilayah Bogor kota, ada salah satu perempatan ditengah perkampungan tersebut dan lebih dikenal dengan sebutan nya Perempatan H.ENDAI lebih tepat nya terletak di kampung situpete, kelurahan Sukadamai, kecamatan tanah Sareal, kota bogor.


Ada beberapa pedagang mulai dari penjual bubur ayam dan bubur kacang ijo khas Madura (cak wa'i), warung sembako, pom mini, bengkel motor, konter, dan masih banyak pedagang kaki lima lain nya yang berderet

Miris sekali mendengar perkataan para pedagang itu banyak yg mengeluh sampai gulung tikar dengan ada nya wabah virus covid 19, mereka memilih pulang ke kampung halaman nya dan sebagian ada yang memilih bertahan akibat desakan kebutuhan, setiap hari semakin sepi pembeli bahkan tidak terjual sama sekali dalam semalam ujar salah satu pedagang.

Saat menemui beberapa orang pedagang sebut saja mas seipol (30) penjual bubur ayam dan bubur kacang ijo khas Madura (cak wa'i) dan Epeng penjual bensin eceran (pom mini), Daman bengkel motor, dan masih banyak pedagang berderet lain nya, mengaku kebingungan bagaimana cara bertahan agar tetap bisa menafkahi keluarga nya sementara penghasilan hanya dari jualan itu saja,

Mas seipol (30) entah harus bagaimana lagi sedangkan masakan sudah lumayan enak dan gurih malah saya tambahi racikan bumbu nya agar pelanggan bisa kembali beli namun itu hanya menambah mudal saja yang ada malah semakin habis mudal nya,jika seperti ini terus saya memilih pulang kampung saja soal nya tidak tahan lagi kondisi seperti ini sebelum ada virus Corona omzet  mencapai 900.000 - 1.200.000 sekarang 300 ribu kadang ga dapat, setelah kondusif baru saya akan berjualan kembali, kata seipol (30).

Hal senada diungkapkan Sigit (46) pemilik warung sembako pun sudah mulai terasa menurun nya pembeli Sigit (46) mengatakan semakin hari semakin sepi saja oleh sebab itu saya mau kembali dulu ke kampung dan kebetulan warung sembako ini sudah waktu nya di aplus sebentar lagi,ujar Sigit (46).

Di tempat yang sama Lki-channel.com kembali bertanya kepada kios sebelah nya, si penjual bensin eceran (pom mini)
Epeng (58) saat ini saya mengalami penurunan drastis tidak seperti sebelum ada virus Corona saat itu saya bisa menghabiskan 150 liter dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam sekarang 150 liter bisa dua hari jalan nya ini sepi orang lewat ga seperti biasa nya ungkap Epeng (58)

Lki-channel.com kembali bertanya kios bengkel motor Daman (32) yang sederet dengan pom mini Daman (32) semua nya sama aja sepi ini mulai buka jam 8 sampai jam 11 malam baru servis 1 motor tambal ban baru dapat 2 ban, sementara yang kerja 2 orang pokok nya sepi banget, tutur Daman (32)

Mereka smua berharap agar wabah covid 19 ini cepat berlalu mengingat dampak dari usaha mereka yang sangat menurun drastis ada yang memilih pulang kampung juga ada yang memilih tetap berusaha jualan,


(Sawe' Adi s pd)