Desa Gandamekar Prioritaskan Pembangunan Yang Menyentuh Masyarakat
-->

Advertisement


Desa Gandamekar Prioritaskan Pembangunan Yang Menyentuh Masyarakat

REDAKSI
10 Mei 2020

LKI-CHANNEL , PURWAKARTA

Kegiatan pembangunan fisik yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap I tahun 2020. Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, saat ini proses pekerjaannya sedang berjalan, Minggu (10/5/2020).


Kepala Desa Gandamekar, Drs. Utang mengatakan, Dana Desa tahap I tahun 2020 ini, dialokasikan untuk pembangunan kios desa yang nantinya akan diperuntukan untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pembangunan drainase dan juga Posyandu.

Membangun drainase yang juga sebagai penahan badan jalan agar tidak tergerus oleh derasnya air yang mengalir di atas badan jalan dan juga termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat atau Padat Karya.

Menurut Utang, sejauh ini proses pekerjaan sudah berjalan dengan baik, ini berkat dukungan masyarakat, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gandamekar.

“Sementara untuk pemberdayaan masyarakatnya, kita anggarkan untuk kegiatan PKK dan pelatihan perangkat desa dan pelatihan lembaga desa,”jelas Utang.

Disisi lain, ketua karang taruna Desa Gandamekar Budi Mulyana mengatakan sempat ada permasalahan dalam pembangunan drainase. Dimana drainase tersebut dibangun dijalan kabupaten. Tapi Budi menjelaskan bahwa pembangunan drainase tersebut diputuskan melalui musyawarah Desa (Musdes).

"Pembangunan drainase tersebut sangat penting karena untuk menjaga badan jalan agar tidak tergerus air, selain itu juga untuk menghindari genangan Air hujan. Intinya pembangunan drainase tersebut adalah skala prioritas" terang Budi.

Selain itu Ketua karangtaruna yang akrab disapa kudiel ini menerangkan, pembangunan drainase dilokasi tersebut sangat penting lantaran berada dititik terpadat penduduk.

"Jadi drainase tersebut sangat banyak manfaatnya, untuk pembuangan limbah air rumahtangga juga. Walaupun itu termasuk jalan kabupaten tidak masalah karena sudah melalui mekanisme yang benar, drainase itu adalah ajuan dari masyarakat yang kemudian diputuskan melalui musyawarah Desa (Musdes)" tutup Budi

(Heri)