Warga dan Ormas PP pertanyakan hasil pengaspalan di jalan desa Mekarmulya yang di duga tidak sesuai dengan RAB
-->

Advertisement


Warga dan Ormas PP pertanyakan hasil pengaspalan di jalan desa Mekarmulya yang di duga tidak sesuai dengan RAB

REDAKSI
25 Juni 2020

LKI-CHANNEL , CIANJUR

Pembangunan fisik berupa pengaspalan jalan sumber dari dana desa (DD, didesa mekarmulya dana yang dikeluarkan dari anggaran dana desa senilai Rp.248.030.000.dengan panjang pengaspalan 718 meter dan lebar 2,5 meter. Diduga hasil dari hasil pengaspalan tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan dari hasil pengerjaannya. Karena pengerjaan pengaspalan belum lama kini jalan desa tersebut sudah mengelupas lagi tepatnya dijalan desa mekarmulya kecamatan  cikalong kabupaten cianjur jawabarat.


Hasil dari pengaspalan dipertanyakan oleh warga dan ormas pemuda pancasila (PP).
" kami minta kepada pihak yang berwenang untuk segera menangani kasus ini dengan benar benar teliti atas realisasi pembangunan jalan desa yang bersumber dari anggaran dana desa, serta harus menindak lanjuti dengan secara hukum apabila memang ada penyelewengan atau pelanggaran dalam pembangunan jalan tersebut" ujar salah satu warga yang tak mau menyebutkan namanya.

Dengan melihat hasil dari pengaspalan yang belum lama terkelupas lagi, sehingga warga dan ormas pemuda pancasila (PP) mendatangi kantor desa mekarmulya yang bertujuan untuk mempertanyakan pertanggung jawaban kepada kepala desa mekarmulya yaitu Asep anton selaku kepala desa.

Salah satu tokoh masyarakat berharap agar segera melakukan perbaikan pada jalan yang rusak tersebut. Supaya masyarakat dapat menggunakan jalan dengan nyaman dan tidak menimbulkan kecelakaan terhadap masyarkat yang melalui jalan tersebut.
" kami meminta kepada kepala desa mekarmulya untuk terbuka dari semua perihal masalah bantuan apa pun yang termasuk dipemerintahan desa terhadap masyarkat" ujar oyo sutaryo salah satu tokoh masyarakat.

Bukan hanya itu saja salah satu tokoh masyarakat dan warga meminta kepada pihak CV yang melakukan pengerjaan pengaspalan tersebut harus mempertanggungjawabkan akibat kerusakan jalan yang diduga pihak pemborong mengambil keuntungan besar.
"Sebab dilihat  dari dana yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kualitas pengaspalan, mengakibatkan jalan aspal yang belum lama di kerjakan aspal nya terkelupas lagi, dimana batu split bertebaran disepanjang jalan akibat terlepas dari aspal tersebut" ujar oyo sutaryo.

Asep anton selaku kepala desa mekarmulya saat dikonfirmasi mengenai perihal pengaspalan menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui perihal pengerjaan pengaspalan tersebut. Karena pembangunan jalan dikerjakan oleh lembaga LPM desa.
" pengerjaan pengaspalan tersebut saya limpahkan kepada  H.Ade selaku LPM desa, kemudian H. Ade dilimpahkan lagi kepada H. Ansor pemilik CV sebagai pihak ketiga. Saya selaku kepala desa belum bisa memberikan keputusan karena akan berkoordinasi dulu dan meminta pertanggungjawaban dulu kepada pemborong yaitu H. Ansor sebagai pemilik  CV tersebut " tutur Asep anton selaku kepala desa mekarmulya kecamatan cikalong kabupaten cianjur jawabarat, saat dimintain keterangan atau penjelasan perihal pengerjaan pengaspalan tersebut  oleh awak media pers LKI ( 25/6/2020)

(Rahmat)