Ribuan Massa Pelaku Seni Ngeluruk Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep
-->

Advertisement


Ribuan Massa Pelaku Seni Ngeluruk Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep

LKI CHANNEL
11 November 2020

LKI-CHANNEL , PAMEKASAN

Merasa terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemi Covid-19 akibat diterbitkannya larangan pemintasan seni oleh pemerintah daerah setempat, ribuan massa yang mengatasnamakan dirinya Paguyuban Pekerja Seni (PPS) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu 11 November 2020, ngeluruk Kantor Birokrasi Pemerintah Kabupaten setempat.

Ribuan massa demonstrasi para pelaku seni Kabupaten Sumenep itu, menuntut agar Kepala Daerahnya segera mencabut terbitnya PERBUB tentang Larangan Pemberian Izin Pementasan Seni Di Kabupaten Sumenep pada Masa Pandemi Covid-19 ini.

Sebab fakumnya kegiatan pemintasan seni di masa pandemi Covid-19 akibat terbitnya Perbub Larangan Perizinan Pentas itu, telah mebuat para pelaku seni terancam tidk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya lantaran  tidak punya penghasilan akibat tidak bisa bekerja. 

"Kita kesini adalah untuk menuntut Bupati atau Pemerintah Daerah Sumenep agar segera mencabut PERBUP tentng Larangan Memberikan Perizinan Untuk Pementasan Panggung Seni. Kenapa...?? Karena akibat terbitnya Perbub Larangan Pementasan Seni Itu telah membuat kita tidak punya pemghasilan karena tidak bekerja,” Teriak Orator Aksi, Moh. Hayat, Rabu (11/10/2020).

Dalam orasinya di depan Kantor Pemkab setempat, ribuan massa pelaku seni Kabupaten Sumenep itu secara bergantian menyampaikan orasinya sambil mementangkan berbagai Poster tuntutannya.

Ironisnya, dikumpulan berbagai poster yang dibawa oleh para massa demonstran itu, ada yang bertuliskan " PAAK..!!!, INGAT LAGU PERTEMUAN DI ROOM 2 ". Pesan moral yang disampaikan melalui poster iti seraya memberikan isyarat bahwa para pejabat pemerintah daerah setempat juga pernah terlibat menikmati dunia seni di tempat tertutup.(IFA/ H Red).