Penyaluran Bantuan Pangan Tahap II di Desa Citepus Palabuhanratu Sasar 2.471 KPM
-->

Advertisement


Penyaluran Bantuan Pangan Tahap II di Desa Citepus Palabuhanratu Sasar 2.471 KPM

LKI CHANNEL
29 August 2026

LKI-CHANNEL , SUKABUMI


Penyaluran bantuan pangan tahap II di *Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi*, menyasar *2.471 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)*. 

Jumlah itu meningkat *18 KPM* dibanding tahap pertama yang sebanyak 2.453 KPM.


*Data dari Bappenas, Desa Tidak Tentukan Penerima*  

Kepala Desa Citepus, *Koswara*, mengatakan data penerima bukan ditetapkan desa. Desa hanya menerima data beserta komoditas bantuan dari pusat.


“Untuk penyaluran periode atau gelombang tahap dua ini sebanyak 2.471 KPM. Ada kenaikan 18 KPM dari periode pertama yang awalnya 2.453, sekarang menjadi 2.471 KPM,” ujar Koswara.


“Untuk data yang dipakai langsung dari Bappenas. Kami menerima data penerima dan komoditas atau barangnya. Jadi, desa tidak berwenang menentukan data penerima,” katanya.  

Desa juga tidak mengetahui pasti apakah pemutakhiran data berasal dari Kemensos atau Pusat Data dan Informasi.


*Penyaluran 3 Hari Berdasarkan Kedusunan*  

Agar tertib dan tidak berkerumun, penyaluran dibagi 3 hari sesuai wilayah kedusunan. Desa Citepus memiliki 3 kedusunan.  

Kedusunan 2 sudah disalurkan sebelumnya. Selanjutnya Kedusunan 1, lalu Kedusunan 3.


“Kami bagi selama tiga hari supaya tidak berdesak-desakan dan tidak berkerumun. Dengan begitu, penyaluran bisa berjalan lebih lancar,” tutur Koswara.  

Dalam pelaksanaan, desa hanya melibatkan unsur *Linmas* untuk membantu kelancaran.


*Perubahan Daftar Karena Indikator Desil*  

Koswara mengimbau warga yang di tahap I menerima tapi di tahap II tidak masuk daftar, agar memahami mekanisme pendataan.  

“Data ini berdasarkan desil. Kemungkinan pada tahap pertama mereka masuk desil 1 sampai 4. Pada tahap kedua bisa saja desilnya berubah atau naik, sehingga namanya tidak muncul lagi,” jelasnya.


*Penerima: "Sangat Berarti Bagi Keluarga"*  

Salah satu penerima, *Nanih (68) warga RT 03/RW 03*, mengaku bersyukur kembali mendapat bantuan.  

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada semuanya atas bantuan ini, termasuk Pak Kades. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Pelayanannya juga baik,” ujar Nanih.


Nanih tinggal bersama 3 anak dan 2 cucu. Suaminya meninggal 5 tahun lalu. Meski kali ini tidak ada minyak goreng, ia tetap bersyukur.  

“Tidak apa-apa. Saya sangat berterima kasih. Mendapat bantuan seperti ini saja sudah alhamdulillah,” katanya.

Bagi Nanih, bantuan pangan menjadi penopang kebutuhan rumah tangga karena konsumsi beras keluarganya cukup besar.


Ateu Ellah