LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Kawasan Alun-alun Palabuhanratu tepatnya di Jalan Siliwangi, Kabupaten Sukabumi, dipadati lautan massa yang antusias menyaksikan Festival Karnaval Hari Nelayan ke-66 pada Kamis (21/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah memeriahkan pesta rakyat tahunan yang menjadi ikon budaya masyarakat pesisir selatan Sukabumi tersebut.
Ketua Hari Nelayan 2026, Pepen Supendi mengatakan, rangkaian Hari Nelayan Nasional ke-66 berlangsung sejak 1 April hingga 31 Mei 2026 dengan berbagai kegiatan budaya, religi, hingga hiburan rakyat.
“Rangkaian acara dimulai dari April dengan istigasah dan doa bersama. Puncaknya di bulan Mei, khususnya hari ini tanggal 21 Mei 2026 untuk karnaval dan upacara adat di Gadobangkong Palabuhanratu,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Pepen, ada tiga ikon utama dalam perayaan Hari Nelayan setiap tahunnya, yakni istigasah, karnaval upacara adat, dan tablig akbar. Selain itu, sepanjang Mei juga digelar berbagai kegiatan seni budaya seperti tarian kreasi anak, pertunjukan silat, hingga hiburan musik dangdut.
“Hari ini menjadi puncak kemeriahan Hari Nelayan ke-66. Antusias masyarakat luar biasa, semua tumpah ke jalan menyaksikan karnaval budaya,” katanya.
Ia menilai, tradisi Hari Nelayan bukan hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap promosi wisata Palabuhanratu. Banyak wisatawan datang untuk menyaksikan langsung kemeriahan pesta rakyat khas masyarakat pesisir tersebut.
“Alhamdulillah dukungan sponsor juga sangat besar, mulai dari BJB, PLTU, Star Energy dan sponsor lainnya. Ini menunjukkan Hari Nelayan sudah menjadi agenda besar yang didukung banyak pihak,” ungkapnya.
Pepen juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga tradisi dan budaya pesisir agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Mudah-mudahan generasi muda bisa menjaga tradisi ini dengan hal-hal positif. Semua tokoh masyarakat dan masyarakat nelayan mendukung penuh agenda tahunan ini,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Hari Nelayan tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti berkat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Forkopimda, hingga seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah tidak ada kendala, semua aman dan lancar. Kami bersyukur seluruh masyarakat dan unsur pemerintah mendukung penuh kegiatan ini,” katanya.
Dalam puncak acara Hari Nelayan ke-66 ini, sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, mulai dari Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI, Ketua Majelis Budaya Sunda Jawa Barat, Bupati Sukabumi, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, hingga instansi vertikal lainnya.
Adapun tema Hari Nelayan Nasional 2026 mengangkat semangat menjaga kelestarian laut serta kesejahteraan masyarakat nelayan.
“Harapannya laut tetap lestari, nelayan sejahtera, dan tradisi Hari Nelayan terus berjalan setiap tahun dengan aman dan sukses,” pungkasnya
Ateu Ellah



