LKI-CHANNEL, SUKABUMI
Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi* yang selama *18 tahun* mengalami blankspot, kini mulai terhubung setelah *tower combat Telkomsel* hadir di wilayah tersebut.
Kehadiran menara sementara ini membuat akses komunikasi warga mulai terbuka. Sinyal yang sebelumnya nyaris tidak ada kini sudah bisa ditangkap di sejumlah titik Desa Sukarame.
*Perubahan Penting bagi 16 Kampung*
Kepala Desa Sukarame, *Hermawan*, menyebut ini perubahan penting bagi warga.
“Alhamdulillah, dengan adanya tower combat Telkomsel ini, Desa Sukarame tidak blank spot lagi. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang membantu menghadirkan program ini,” ujar Hermawan, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, akses sinyal bukan hanya untuk komunikasi. “Akses sinyal juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, ekonomi, pelayanan pemerintahan, hingga komunikasi dalam situasi darurat,” ujarnya.
*Fasilitasi Camat Cisolok*
Hadirnya tower combat tidak lepas dari upaya *Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq*. Persoalan blankspot Sukarame disampaikan saat pertemuan bersama Wakil Ketua DPR RI *Sufmi Dasco Ahmad*, *Saan Mustopa*, Pemdes Sirnaresmi, dan Kasepuhan Ciptamulya. Dari komunikasi itu, jaringan di Sukarame mulai mendapat perhatian hingga tower combat bisa ditempatkan.
*Sinyal Belum Merata, Rencana Tower Permanen 75 Meter*
Hermawan menyebut cakupan belum merata. Kampung Impres dan Sukarame masih lemah, di beberapa titik sinyal hanya 1-2 bar.
“Memang masih ada beberapa kampung yang sinyalnya belum normal. Namun, sekarang sudah membaik. Sebelumnya benar-benar tidak ada sinyal,” katanya.
Desa Sukarame memiliki *16 kampung* dengan jarak permukiman 2-3 km dan lokasi di bawah, sehingga pemerataan jadi tantangan. Pihak Telkomsel disebut akan terus melakukan perbaikan.
Tower combat saat ini tingginya *40-45 meter* dan bersifat sementara. Rencana menara permanen sekitar *75 meter*, titiknya masih ditentukan Telkomsel. Pemdes berharap ditempatkan di belakang kantor desa agar cakupannya maksimal.
“Tidak ada masalah dengan internet voucher, warga masih menggunakan itu. Hadirnya tower Combat sekarang membuat jangkauannya bisa lebih luas, termasuk ke kebun dan sawah. Komunikasi warga juga menjadi lebih lancar,” ujarnya.
*Babak Baru Konektivitas*
Bagi warga, sinyal kini jadi pintu ke informasi, pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
“Alhamdulillah, sekarang sudah membaik untuk Desa Sukarame, terutama di bidang sinyal. Tidak terlalu blankspot seperti sebelumnya,” tutur Hermawan.
Ia berharap perbaikan dilanjutkan hingga seluruh *16 kampung* dapat layanan stabil. Kehadiran tower combat Telkomsel menjadi langkah awal membuka konektivitas digital di wilayah yang selama ini tertinggal.
(Ateu/ellah)



