Hasil Inovasi Anak Bangsa Dari Insinyur ITB, Jembatan Lengkung LRT Bisa Hemat Lahan
-->

Advertisement


Hasil Inovasi Anak Bangsa Dari Insinyur ITB, Jembatan Lengkung LRT Bisa Hemat Lahan

REDAKSI
09 Januari 2020

LKI-CHANNEL , JAKARTA

Di tengah-tengah padatnya jalan raya Kuningan, Jakarta, desain Jembatan Lengkung LRT terpanjang se-Indonesia secara resmi akan segera dibangun di sana dikarenakan akan kebutuhan yang mendesak akibat padatnya arus lalu-lintas di daerah tersebut. Jembatan lengkung ini dipastikan nantinya tidak akan memakan banyak tempat di daerah tersebut.

Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwasanya: “Jembatan ini tidak akan menambah kolom di tengahnya sehingga tidak memerlukan tanah yang luas. Namun dalam mengimplementasikannya penuh dengan resiko karena sudah ada jembatan fly over dibawahnya dan juga ada jalur lalu-lintas terowongan bawah tanah.”


Selain itu, rencananya jembatan yang memiliki panjang 148 meter sudah disesuaikan sedemikian rupa sehingga kereta bisa langsung terus-menerus beroperasi di jalan ini.
“Jembatan lengkung ini bukanlah sepele, ini kan diatasnya kereta api yang sudah bisa menoleransi guncangan terlalu besar, kolomnya sudah diperkuat, jalanannya harus sudah disepakati,” tegas Bambang di kantor BPPT, Jakarta, pada Rabu (8/01/2019).
Rancang bangun ini sendiri telah dibuat oleh anak bangsa, insinyur Institut Teknologi Bandung (ITB) Arvila Delitriana alias Dina. Ia telah mengalahkan tiga konsultan asing yang telah ditunjuk PT Adhi Karya Tbk (ADHI), selaku kontraktor utama LRT.

“Dari mereka [konsultan asing], tiga-tiganya sangat sukar diimplementasikan di lapangan karena yang satu perlu tiang yang luas, dan lainnya perlu kolom tambahan. Kalau dari konstruksi, itu berisiko,” kata Bambang.

Dina mengatakan bahwa “jembatan lengkung itu akan berada di lokasi yang tantangannya paling besar. Namun, tak apalah karena hal ini nanti akan bisa disiasati dengan kaki yang hanya satu namun lebih panjang, dan kolom tiang penyangga dibuat lebih kuat.”

“Dari jembatan dari yang pernah dikerjakan sebelumnya , ada yang melengkung. Namun, ini beda, kakinya lebih panjang, lengkungnya radius lengkungannya lebih kecil,” pungkas Dina.

Pembangunan ini nantinya akan dimonitori oleh konsultan dari Jepang. Meskipun begitu, karya anak bangsa ini merupakan inovasi yang dibutuhkan ditengah penggalakkan proyek infrastruktur dan pemerataan ekonomi warga Jabodetabek. (Yusdiansah)