Pembangunan Proyek perumahan di Kampung Mekarsari merugikan pedagang kecil di sekitar nya
-->

Advertisement


Pembangunan Proyek perumahan di Kampung Mekarsari merugikan pedagang kecil di sekitar nya

REDAKSI
02 Maret 2020

LKI CHANNEL , Purwakarta

Pengusaha properti perumahan di wilayah kampung mekarsari desa sawit kecamatan Darangdan Purwakarta sudah merugikan masyarakat pedagang kecil di sekitaran  pembangunan proyek sehingga kerugian mencapai puluhan juta rupiah yang di alami pedang warung kelontongan ibu teti dan pedagang lainnya di sekitaran proyek perumahan.


Selama tiga tahun berjalannya proyek pembangunan perumahan yang berlokasi di desa sawit kecamatan darangdan semenjak tahun 2016 sampai sekarang yaang di pegang langsung sama Arif Budiman selaku pemilik perusahaan properti perumahan dan sampai di pindah tangankan ke pihak kedua dan ketiga tidak ada yang bertangung jawab atau penyelesaian ke pihak yang di rugikan termasuk ke warung saya bu tuti menjelaskan kepada media LKI CHANNEL 02-03-2020.

Para pekerja pun mengeluhkan kerja banting tulang terik matahari dan hujan menguyuri badannya dari tahun 2016 sampai sekarang belum juga di bayar sekitar 15 juta lebih dari pihak pengelola  Ending yang di percayakan Arif budiman pun mengeluhkan karena para pekerja yang di rekrut Ending pun belum di bayar karena tidak turun dari pihak pa arif nya keluh ending.

Dari pihak- pihak masyarakat yang berjualan kelontongan di sekitaran proyek mengadukan permasalahan yang sudah merugikan warga sekitar ke Ormas Gibas Sektor Darangdan dan ormas Lasko supaya bisa secepatnya pihak - pihak dari pengelola pembangunan bisa menyelesaikan ke warga yang di rugikan  keluhkan warga yang di rugikan proyek pembangunan perumahan.

Proyek pembangunan perumahan sempat terhenti di duga pemilik perumahan mengalami kekurangan dana sehingga proyek sempat terhenti lama setelah terhenti lama kini proyek pembangunan perumahan sudah berjalan kembali tetapi para warga yang pedagang kecil belum ada penyeleseian sama sekali Teti dan yang lain mengeluhkan siapa yang akan bertangung jawab ke saya keluhnya. (Heri)