Isyu pocong berkeliaran di Kutasari Purbalingga timbulkan keresahan dan pertanyaan yang belum terungkap
-->

Advertisement


Isyu pocong berkeliaran di Kutasari Purbalingga timbulkan keresahan dan pertanyaan yang belum terungkap

REDAKSI
30 Mei 2020

LKI-CHANNEL , Purbalingga

Beredar isyu di Kutasari purbalingga  fenomena  munculnya sosok mahluk astral berbentuk pocong  (mayat berkain kafan )
Saat kemunculannya dibarengi dengan suara benturan benda keras semacam batu dilemparkan ke rumah ucap mas Warto sopir truk warga setempat.


Berbagai cara ilmiah sampai mengkonsultasikan ke orang pintar/ paranormal,namun usaha tersebut belum mampu mengungkap fakta yang. sesungguhnya.

Asal muasal berita /isyu tersebut muncul pun tidak jelas dari sumbernya meskipun banyak orang yang tidak percaya namun untuk menjaga perasaan warga yang lain terpaksa ikut ambil bagian menjebak pocong,

Melalui ronda dan siskamling bersama  sampai pagi untuk mengontrol lokasi yang diperkirakan sebagai persinggahan
Mahluk gaib berbentuk pocong tersebut terpaksa kami sering berkelompok untuk mengawasi dan menunggu informasi dari kelompok lain siapa tahu hantunya muncul biar bisa ditangkap rame rame sebab kalau sendirian saya nggak berani ungkap salah satu warga.

Masalah Corona kita takut juga tapi ini kondisi darurat seperti ini untuk memilih dirumah saja warga lain pasti iri,
yang penting kewaspadaan agar tidak terpapar covid19 ,tetap memakai masker,paling penting makan teratur, perut jangan sampai kosong kalau bisa ditambah konsumsi jamu godogan yang terbuat dari kunyit,temu lawak ,jahe,madu dll dari kekayaan alam kita, insya Allah kita aman semuanya.

Raji satu dari beberapa orang warga dipinggir jalan desa Bukung purbalingga saat menjawab pertanyaan LKI channel dengan akrab dan santainya mengungkapkan dalam perbincangan dengan beberapa warga yang juga ada dilokasi berbeda kami dapatkan  argumen yang masuk akal ujarnya beberapa analisa mengarah bahwa berita pocong merupakan pengalihan Isyu dari orang/kelompok tak bertanggung jawab agar penduduk resah dan tidak fokus pada pekerjaan akibat dari kegiatan dimalam hari,praktis siangnya tidak bisa bekerja dengan maksimal,apa bila berjalan dengan waktu lama kejenuhan akan muncul kepedulian terhadap lingkungan pasti berkurang,hal tersebut akan memudahkan penjahat melakukan aksinya di tempat ini ,apa lagi sekarang Purbalingga memasuki tahun politik imbuhnya .

(Himawan)