DALAM RANGKA HARI DONOR DARAH SEDUNIA DPC PWRI KERAHKAN ANGGOTA UNTUK DONOR DARAH
-->

Advertisement


DALAM RANGKA HARI DONOR DARAH SEDUNIA DPC PWRI KERAHKAN ANGGOTA UNTUK DONOR DARAH

REDAKSI
09 Juni 2020

LKI-CHANNEL , BOGOR

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PWRI ( Persatuan Wartawan Repiblik Indonesia) kabupaten Bogor kembali melaksanakan Sosial dalam bentuk Kemanusiaan dengan menyumbangkan Darah.


Diawali dengan acuan Protokol Kesehatan para Anggota Pendonor harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke Kantor Unit Tranfusi Darah ( UTD) Kabupaten Bogor sebelum melakukan tahap-tahap berikutnya.

Padatahap berikutnya para Pendonor harus mengikuti Tes Suhu badan terlebih dahulu sebelum di laksanakan pengambilan Darah, selanjutnya Pendonor di di ukur tensi darahnya dan di lanjutkan pengambilan sampel darah untuk mengetahui golongan Darahnya.


Dihari pelaksanaan Donor Darah ini di hadiri oleh Dr. Dini Susanti Hasan toto M.M, selaku Direktur Uatama PMI Kabupaten Bogor, Kasi Kesbangpol Kabupaten Bogor Taufik Hidayat Sh, Mh,  Sekretaris PWRI H. Nurcholis, Wakil Ketua PWRI bidang OKK M.YUSUF, perwakilan Majelus Tafsir Al Qur'an dan Anggta DPC PWRI sekabupaten Bogor.

Dr Dini panggilan akrabnya Direktur Urama PMI Bogor mengatakan kepada Awak Media bahwa dirinya sangat meng aprisiasi atas kesediaan Rekan-rekan DPC PWRI Kabupaten Bogor dan majelis Tafsir Al Qur'an untuk mendonorkan Darahnya,mengingat pasokan Darah dalam Kondisi saat ini terutama pada masa covid-19 sangatlah di butuhkan, oleh sebab itu Saya mengucapkan Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam bentuk mendonorkan darahnya,karena bwrdasarkan moto 'Save Blood, Save cive's darah yang sudah di dinorkan akan memberikan kehidupan bagi orang lain.

Dr. Dini juga menyampaikan penjelasanya, Kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada Masyarakat, tertutama dalam memenuhi ketersediaan Darah yang ada khususnya di kabupaten Bogor ,sehingga kebutuhan Darah Madyarakat bisa terpenuhi,
Dengan mengacu kepada Protokol Kesehatan , pendonor terlebih dahulu di periksa kesehatanya seperti sebelum memasuki ruangan trasfusi Darah calon pendonor harus cuci tangan  dan dicek suhu tubuh yang bersangkutan setelah di nyatakan sehat dan memenuhi persaratan maka calon pendonor di persilahkan ke bagian trasfusi darah untuk pengambilan darah mereka, ditambahkan oleh Dr. Dini , para pendonor kita ambil Darahnya sebanyak 350 ml yang di lakukan oleh Petugas yang sudah Kami sediakan .

Sementara Ketua DPC PWRI kabupten Bogor Rahmad salamat Sh.m Kn melalui Sekretaris H Nurcholis menyampaikan pertama -tama Ketua DPC PWRI Kabupaten Bogor, meminta maaf karena tidak bisa hadir pada acara Donor Darah hari ini, karena ada acara penting di Jakarta yang tidak bisa di wakilkan,beliau juga menyamaikan selama menghadapi cobaan akibat covid-19 ini namun Alhamdulillah Rekan-rekan DPC PWRI Kabupaten Bogor tetap dengan semangat memberikan darah mereka demi rasa Kemanusiaan terhadap Masyarakat yang membutuhkan darah.

Hari ini Aksi Kemanusiaan Donor Darah dengan Tema " DPC PWRI kabupaten Bogor mendonor".
Alhamdulillah kegiatan kemanusiaan ini di dukung oleh semua Anggota DPC PWRI.
Dan tidak lupa pula Ketua DPC PWRI rahmad salamat mengucapkan Terima kasih kepada seluruh Keluaga Besar PWRI Kabupaten Bogor yang sudah sudi dengan ikhlas menyumbangkan/mendonorkan darahnya dan bergilir mulai hari jum'at hingga hari Minggu, untuk mensukseskan acara Kemanusiaan Donor darah ini ucapnya.

Di ruangan terpisah Awak Mefia menemui Kasi Politik dan Hubungan Antar Lembaga Kesatuan Bangsa dan Politik ( KESBANGPOL) Kabupaten Bogor Taufik Hidayat Sh menjelaskan, kami sudah Informasikan jeseluruh Lembaga Organisasi dan lsm untuk melakukan Partisipasi dalam bentuk Bakti Sosial dengan mendonorkan darah mereka ke PMI kabupaten Bogor.

Di Hari Donor darah dunia yang bersamaan dengan Hari jadinya Pancasila dan Hari Ulang Tahun Bogor yang ke 358 , Taufik Hidayat mengucapkan terima kasih PWRI dapat ikut serta dalam kepeduliaan tergadap Kemanusiaan dengan datang langsung ke UTD mendonorkan darahnya.

   (Herman koto)