DILEMATIS PANDEMI COVID 19 MERAJUK HINGGA KEPELOSOK DESA
-->

Advertisement


DILEMATIS PANDEMI COVID 19 MERAJUK HINGGA KEPELOSOK DESA

REDAKSI
10 September 2020

LKI-CHANNEL , Bangkalan

Wabah Virus Corona merupakan wabah dunia internasional, sehingga dalam kabar berita kaca mata dunia virus corona ini telah menelan puluhan ribu korban, begitupun tak luput Negara Indonesia ikut merasakan imbas dari pandemi tersebut, hampir dari setiap Provinsi di Indonesia terjaring pemantauan dari satgas pemerintah.


Tak luput dari adanya pandemi tersebut, Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas, agar seluruh lapisan masyarakat yang ada di Indonesia mematuhi protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, cuci tangan dan memakai masker kemanapun akan bepergian. Dalam hal ini, pandemi membuat beberapa faktor rangkuman, diantaranya mengenai ekonomi yang tidak stabil, kehidupan sosial yang penuh dengan pengawasan, hingga pendidikan yang tarik ulur, dan lain sebagainya.

Senada dengan hal diatas, bahwa pandemi tersebut penuh dengan keluh kesah dari berbagai elemen lapisan, mulai dari elemen pemerintah tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan bahkan tingkat kelurahan atau desa yang ada diseluruh Indonesia.

Kamis, 03 September 2020 saat Media LKI-Channel menyambangi salah satu Kepala Desa Pangeran Gedungan yang berlokasi di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur, Cak Fahri yang merupakan Kades Gedungan ikut berkomentar mengenai Pandemi Covid tersebut, “Bahwa Pandemi ini memang sangatlah membuat resah lapisan masyarakat dan pemerintah sekitar, sebab ketidak stabilan ekonomi ditingkat pusat merajuk hingga kepada desa-desa, mulai dari adanya pengalihan alokasi anggaran dari sarpras ke pencegahan penangan pandemi covid, mengakibatkan perencanaan yang telah ditetapkan oleh Musrenbangdes membuat bingung pengelola anggaran di tingkat desa. Sehingga Delimatis pandemi dunia harus berimbas kepada kebijakan-kebijakan desa yang selalu berubah-ubah”. Ungkapnya.

Demikian pula salah satu Mantan SekCAm Blega Cak Yuliatno yang saat itu kebetulan silaturrahim ke rumah Kepala Desa Pangeran Gedungan, mengatakan “Memang kondisi semacam itu benar-benar dibutuhkan kepiawaian Kepala Desa untuk memberikan kebijakan dalam segala delimatis yang ada di desa, karena dengan adanya penciutan anggaran membuat rencana Pemb yang telah di ploting tidak berjalan sesuai rencana, sehingga hal demikian mengundang sorotan dari elemen  masyarakat. Ditambah lagi dengan presing honor perangkat desa, yang jelas membuat Kepala Desa harus memberikan motifasi terhadap semua perangkat, agar tetap senantiasa berdedikasi tinggi terhadap aktifitas di pemerintahan Desa". Gumannya.
"Semoga Pandemi ini segera berlalu, agar ekonomi, nilai sosial serta pendidikan berjalan seperti sedia kala”. Pungkasnya, sembari bernafas panjang.

Awak LKI-Channel Bangkalan juga ikut memberikan gagasan, "Bahwa kondisi dilemitas tersebut, menuntut pemerintah desa untuk memberikan sikap ksatria dalam mengkondisikan segala sesuatu yang saat ini terjadi di desa. Dan fose serra krakter kepemimpinan tersebut saat ini dimiliki oleh Kades Gedungan. Yang harapan kita semua, semoga desa-desa yang lain, khususnya desa di kabupaten bangkalan dalam masa pandemi ini, bisa tetap eksis dan kondusif untuk tetap bergerak dalam bidang pembangun di segala lini". Tuturnya, sembari tersenyum.

(Iwan/Hori/Jai)