Pengamat Sosial berharap, Pemerintah Perkuat program permodalan bagi UMKM untuk antisipasi resesi Ekonomi
-->

Advertisement


Pengamat Sosial berharap, Pemerintah Perkuat program permodalan bagi UMKM untuk antisipasi resesi Ekonomi

REDAKSI
02 September 2020

LKI-CHANNEL , Sidoarjo

Ancaman jurang resesi menghantui di tengah pandemi, pemerintah di tuntut untuk lebih sigap dan cepat dalam menangani pandemi virus corona . Pemerintah juga diharapkan dapat melaksanakan berbagai langkah yang efektif, baik melalui kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta instrumen fiskal maupun moneter, untuk dapat segera mewujudkan harapan rakyat tersebut.


Pengamat Sosial Sony Sunarko kandidat Magister Hukum S2 mengatakan, Pemerintah dapat memperkuat sektor UMKM. Di samping itu DPR telah memberikan dukungan kepada Pemerintah dengan menetapkan Perppu 1 tahun 2020 menjadi Undang-Undang No 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi covid-19 dan atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan.

Hal ini menurutnya penting untuk menyalamatkan perekonomian dari jurang resesi dampak pandemi Covid-19. Selain itu dijelaskan, berdasarkan data Bank Indonesia, populasi UMKM meliputi 99,99 persen dari total pelaku usaha di Indonesia.

“Saya kira pengefektifan UMKM harus dilaksanakan. Karena UMKM merupakan salah satu sumber perekonomian,sebagai penunjang perputaran perekonomian masyarakat, sesuai amanat UU tersebut secara efektif untuk memperkuat penanganan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, serta pelayanan umum negara"
ujarnya saat di hubungi via telepon, Selasa (01/9/2020).

Meski demikian, Pengamat Sosial yang juga seorang Pengusaha di bidang elektronik ini, menyadari bahwa efek pandemi ini begitu besar terhadap menurunnya derajat kesejahteraan rakyat Indonesia, yang ditandai dengan bertambahnya angka kemiskinan dan pengangguran serta penurunan daya beli masyarakat yang sangat signifikan. Kondisi ini memberikan tekanan yang sangat besar bagi perekonomian nasional kita maupun APBD Tahun Anggaran 2021.

Pemerintah memproyeksikan perekonomian nasional pada tahun 2021 dapat tumbuh pada kisaran 4,5-5,5%.

Sony menambahkan, pihaknya tetap meminta pemerintah benar-benar memanfaatkan APBN dan APBD terutama yang berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat terutama di bidang UMKM.

“Karena masyarakat kita rata-rata punya usaha baik usaha kecil, industri rumahan dan sebagainya itu yang perlu disupport pemerintah,” pungkasnya

 (red)