LKI CHANNEL CIANJUR.
Semangat emansipasi perempuan yang diwariskan Raden Ajeng Kartini terus hidup dan menemukan bentuk baru di Kabupaten Cianjur. Peringatan Hari Kartini tahun ini tak lagi sekadar seremonial, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat mulai dari penguatan kesehatan hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Hal itu terlihat dalam kegiatan bertajuk “Kartini Soul Yoga” yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Cianjur, Selasa (20/4/2026), di Kantor DPC PDIP Cianjur. Mengusung tema “Meneladani Semangat Kartini, Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya & Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh beragam kalangan perempuan, termasuk ibu hamil yang turut ambil bagian dengan penuh antusias.
Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, yoga yang digelar menjadi medium edukasi gaya hidup sehat berbasis keseimbangan fisik dan mental. Sesi dipandu oleh instruktur Vivi Indria Sari, yang menekankan pentingnya menjaga kebugaran tubuh sekaligus kestabilan emosi, terutama bagi perempuan yang memiliki beragam peran dalam kehidupan sehari-hari.
“Yoga bukan hanya soal gerakan, tetapi juga tentang bagaimana kita mengenali tubuh dan mengelola pikiran,” ujarnya.
Tak berhenti di aspek kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi terkait regulasi perempuan. Materi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai hak, perlindungan, serta peran strategis perempuan dalam kehidupan sosial. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, panitia turut membagikan bibit pohon kepada seluruh peserta.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Cianjur yang juga Ketua DPRD Cianjur, Hj. Susilawati, S.H., M.KP., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendorong pemberdayaan perempuan.
“Setiap tahun kami konsisten menghadirkan kegiatan yang melibatkan perempuan. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata komitmen kami,” katanya.
Ia menilai, momentum Hari Kartini harus dimaknai sebagai ajang untuk melanjutkan perjuangan perempuan di berbagai sektor kehidupan, bukan sekadar mengenang sejarah.
“Kita tidak hanya mengenang perjuangan Ibu Kartini, tetapi juga melanjutkan semangatnya. Perempuan harus terus berkarya dan memberi dampak di lingkungannya,” tambahnya.
Ke depan, pihaknya berencana memperluas manfaat kegiatan serupa hingga ke tingkat akar rumput. Program pelatihan yoga akan menyasar lingkungan RT, RW hingga desa, sebagai upaya membangun gerakan hidup sehat yang lebih luas di tengah masyarakat.
Melalui langkah tersebut, perempuan Cianjur diharapkan tidak hanya sehat secara fisik dan mental, tetapi juga semakin mandiri serta mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan.
Tim



