LKI Channel - Purwakarta
Kapolsek Sukatani bersama unsur Muspika Kecamatan Sukatani melaksanakan kegiatan rapat minggon tingkat kecamatan yang digelar di Aula Polsek Sukatani, Polres Purwakarta. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi rutin lintas sektor dalam membahas berbagai persoalan yang berkembang di wilayah. Kamis, 16 April 2026
Rapat tersebut dihadiri oleh Kapolsek Sukatani AKP Asep Nugraha, S.H., M.M., Camat Sukatani Asep Sondjaja, S.IP., para kepala desa se-Kecamatan Sukatani, Kepala Puskesmas Sukatani, UPTD Damkar, Danramil Sukatani, serta perwakilan Koordinator PLKB.
Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah isu strategis baik yang terjadi di tengah masyarakat maupun yang berkaitan dengan kinerja instansi.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Kapolsek Sukatani, menekankan pentingnya langkah antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Beberapa poin yang disampaikan antara lain upaya pencegahan kenakalan remaja, aksi tawuran yang menggunakan senjata tajam, keberadaan geng motor, penyalahgunaan obat psikotropika, hingga kasus perundungan (bullying) serta pentingnya bijak dalam bermedia sosial.
Selain itu, Kapolsek juga menyoroti kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, mengingat kondisi geografis wilayah Sukatani yang memiliki potensi rawan bencana. Pada sektor lalu lintas, disampaikan bahwa jalur jalan provinsi sepanjang kurang lebih 5 kilometer di wilayah tersebut memiliki angka kecelakaan yang cukup tinggi, bahkan menimbulkan korban jiwa. Hal ini dipengaruhi oleh kontur jalan serta faktor human error.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan adanya laporan dugaan keracunan makanan dari SPPG Desa Tajursindang yang saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium.
Untuk meminimalisir aksi tawuran, khususnya di area jembatan 2 yang menjadi batas Desa Cilalawi dan Desa Sukatani, diusulkan pemasangan kamera pengawas (CCTV).
Sementara itu, Camat Sukatani Asep Sondjaja dalam sambutannya mengungkapkan bahwa beberapa wilayah di Kecamatan Sukatani terdampak bencana alam, seperti tanah longsor dan angin puting beliung yang terjadi di Desa Panyindangan, Pasirmunjul, dan Cipicung.
Terkait relokasi warga terdampak pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, saat ini masih menunggu keputusan pemerintah terkait lokasi pemindahan.
Camat juga menekankan pentingnya optimalisasi penerimaan retribusi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh pemerintah desa. Selain itu, kebersihan lingkungan menjadi perhatian bersama melalui program pemerintah daerah “Ngosrek” yang dilaksanakan setiap hari Selasa di lingkungan desa, jalan umum, dan fasilitas publik.
Rapat minggon ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi serta menjadi wadah penyelesaian berbagai persoalan secara terpadu demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kecamatan Sukatani.
( Yana )



