LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi menerima audensi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Jawa Barat Wilayah Sukabumi, bersama RSUD Palabuhanratu dan Dinas Kesehatan, hari ini (21/7 /2026).
Dalam pertemuan itu BEMNUS menyoroti sejumlah persoalan di RSUD Palabuhanratu. Di antaranya pelayanan, kebersihan, tata kelola anggaran, hingga ketidaktersediaan obat. Mahasiswa menyebut ada pasien BPJS yang harus membeli obat di apotek luar karena stok di rumah sakit kosong.
"Barusan sudah kami tekankan kepada rumah sakit tidak boleh lagi ada kejadian tidak ketersediaan obat. Ini rumah sakit pemerintah yang didanai negara, fungsinya melayani masyarakat," ujar Ketua Komisi IV.
BEMNUS juga mempertanyakan selisih anggaran RSUD Palabuhanratu yang dinilai lebih besar dibanding RSUD Sekarwangi tipe B, khususnya pada pos pengadaan makan minum, laboratorium, dan jasa kebersihan. Diskusi memanas hingga perwakilan BEMNUS memilih meninggalkan ruangan sebelum tanggapan tuntas disampaikan pihak rumah sakit dan Dinkes.
Komisi IV memastikan akan menindaklanjuti temuan tersebut. Langkah yang disepakati:
- *Teguran tegas* kepada RSUD agar tidak ada lagi kekosongan obat
- *Evaluasi tata kelola dan pengadaan* di internal rumah sakit
- *Sidak langsung* ke RSUD Palabuhanratu minggu depan untuk mengecek data dan perbaikan
"Prinsipnya kami menghargai kritik mahasiswa. Dukungan anggaran 2025-2026 tetap kami berikan, tapi harus dibarengi pengelolaan yang baik dan akuntabel," tegasnya.
Komisi IV berharap hasil sidak dapat menjadi dasar perbaikan pelayanan agar RSUD Palabuhanratu benar-benar optimal melayani masyarakat. (Ateu/ellah)


