Malam Reggae di Simpenan Berujung Penganiayaan, 3 Terduga Pelaku Ditangkap Polres Sukabumi
-->

Advertisement



Malam Reggae di Simpenan Berujung Penganiayaan, 3 Terduga Pelaku Ditangkap Polres Sukabumi

LKI CHANNEL
18 August 2026

LKI-CHANNEL , SUKABUMI


Malam hiburan musik reggae di wilayah Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026) malam, berujung dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam. Dua pemuda menjadi korban setelah perselisihan antarkelompok pecah seusai konser.


*Kronologi Perselisihan*

Salah satu korban, *Andira Yusep Hidayat (19 th)*, warga Cigaru, mengalami luka bacokan. Sementara temannya, *Angga Ardiansyah (22 th)*, warga Cigadog, mengalami luka lebih serius dan masih dirawat di RS di Palabuhanratu.


Andira mengatakan keributan bermula saat temannya tidak sengaja bersenggolan dengan seseorang saat acara. 


“Saya tidak ikut berjoget. Awalnya teman saya tidak sengaja menyenggol orang tersebut,” ujar Andira di Mapolres Sukabumi, Selasa (18/8/2026).


Situasi memanas ketika Andira dan Angga mencari orang yang diduga terlibat. Mereka berhadapan dengan 3 orang di sekitar Kiara Koneng. 


“Saat dia mengeluarkan celurit, saya langsung lari. Angga masih berada di lokasi,” kata Andira.


Angga kemudian terkena bacokan saat berusaha menangkis serangan. "Teman saya, Angga, sekarang di rumah sakit dan kondisinya koma," tuturnya.


*3 Terduga Pelaku Diamankan*

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan kejadian tersebut. Tim Resmob Polres Sukabumi menangkap *3 orang terduga pelaku* secara terpisah di rumah masing-masing di wilayah Simpenan.


“Berdasarkan laporan tersebut, kami menerjunkan tim dari Resmob Polres Sukabumi. Alhamdulillah, kami dapat mengamankan tiga orang diduga pelaku dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan serta pendalaman,” ujar Dudi.


Barang bukti yang diamankan: 1 unit sepeda motor dan 1 buah celurit.


Menurut keterangan awal, perselisihan dipicu saat konser. Salah satu pihak meninggalkan lokasi, lalu pihak lain menyusul hingga terjadi cekcok dan penggunaan senjata tajam.


Dudi membenarkan salah satu terduga pelaku memiliki ciri rambut pirang saat kejadian. Polisi mendapat info rambut pelaku sudah dicat hitam setelah kejadian. 


“Yang jelas, kami memastikan identitas pihak-pihak terkait. Kami mengamankan mereka berdasarkan fakta, bukti, hasil penelusuran lapangan, dan keterangan saksi yang kami temui,” tegas Dudi.


Hingga berita ini dimuat, penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian kejadian dan peran masing-masing terduga pelaku. (Ateu/ellah)