1.147 KPM di Desa Jayanti Palabuhanratu Terima Bantuan 30 Kg Beras, Penyaluran Dibagi 2 Hari
-->

Advertisement


1.147 KPM di Desa Jayanti Palabuhanratu Terima Bantuan 30 Kg Beras, Penyaluran Dibagi 2 Hari

LKI CHANNEL
02 September 2026

LKI-CHANNEL , SUKABUMI


Pemerintah Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk alokasi *Juli, Agustus, dan September*. Sebanyak *1.147 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)* menerima total *30 kg beras per KPM*.

*Penyaluran Dibagi 2 Hari Berdasarkan Wilayah*  

Karena jumlah penerima besar, Pemdes Jayanti membagi distribusi selama *2 hari, Selasa dan Rabu*.


“Pembagian juga dilakukan berdasarkan wilayah dan waktu. Pada hari pertama, penerima dari Kadus 1 dan Kadus 2 mendapatkan jadwal pagi. Sementara penerima dari Kadus 3 dan Kadus 4 dilayani pada siang hari,” jelas *Kepala Desa Jayanti, Nandang*, Rabu (2/9/2026).


Penerima yang berhalangan hadir dan diwakilkan mendapat jadwal khusus di hari berikutnya. Tujuannya agar proses tertib dan tidak terlalu padat.


*Disertai Informasi Desa & Ada Meja Khusus KPM Rentan*  

Penyaluran tidak hanya distribusi. Setiap sesi diawali penyampaian informasi perkembangan pemerintahan desa.  

“Jadi, masyarakat tidak hanya datang untuk menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan informasi,” kata Nandang.


Untuk pelayanan humanis, Pemdes menyiapkan *meja khusus* bagi lansia, ibu hamil, warga sakit, dan KPM yang tidak kuat antre lama. Mereka didahulukan agar tidak berdesakan.


“Meja khusus kami siapkan untuk warga yang hamil, sakit, lansia, atau mereka yang sudah tidak kuat menunggu lama. Kami dahulukan agar mereka tidak terlalu lama berada di antrean,” ujarnya.


Bantuan 3 karung per KPM juga dibantu dibawa oleh *RT, Karang Taruna, dan LPM* sampai ke kendaraan warga.


Proses ini turut didukung *pendamping desa, Kemensos, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, LPM, RT*.


*Jumlah Penerima Naik 128 KPM*  

Jumlah penerima naik dari periode sebelumnya *1.019 KPM* menjadi *1.147 KPM*. Namun komposisinya berubah karena ada pemutakhiran data dan penentuan desil.

“Data penerima memang dapat berubah. Ada yang sebelumnya menerima, tetapi sekarang tidak masuk lagi. Di sisi lain, ada warga baru yang masuk. Penentuan desil menjadi salah satu faktor yang berpengaruh,” pungkas Nandang.

 (Ateu/ellah)