Disdagin Tampilkan Produk Unggulan UMKM di Sukabumi Expo 2026, dari Bambu, Olahan Ikan hingga Kopi Liberika
-->

Advertisement


Disdagin Tampilkan Produk Unggulan UMKM di Sukabumi Expo 2026, dari Bambu, Olahan Ikan hingga Kopi Liberika

LKI CHANNEL
11 September 2026

LKI-CHANNEL , SUKABUMI


Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi turut memeriahkan rangkaian *Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156* melalui partisipasi aktif dalam *Sukabumi Expo 2026* di Lapang Cangehgar Palabuhanratu. Pada pembukaan, Kamis malam (10/9/2026), Disdagin menghadirkan stan khusus yang menampilkan beragam produk unggulan UMKM lokal.


Kepala Disdagin *Dani Tarsoni* mengungkapkan, kehadiran dinas bukan sekadar formalitas, melainkan strategi konkret untuk mendorong ekonomi kerakyatan dan transformasi UMKM agar mampu bersaing di pasar lebih luas.


"Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen nyata untuk memfasilitasi pelaku usaha. Kami ingin memastikan bahwa produk-produk lokal Sukabumi tidak hanya dikenal di tingkat kabupaten, tetapi juga memiliki daya saing hingga ke luar daerah," ujar Dani.


*Tiga Sektor Andalan: Gula, Bambu, dan Olahan Ikan*  

Dani menjelaskan, pemilihan produk yang dipamerkan disesuaikan dengan fokus pembangunan daerah yang ditekankan Bupati Sukabumi. Tiga sektor utama menjadi andalan, yakni *gula, bambu, dan olahan ikan*.


Admin Gedung Sentra IKM Disdagin, *Desi*, menambahkan, sektor olahan ikan mengalami peningkatan signifikan sehingga berbagai varian ditampilkan, mulai dari *abon ikan, kerupuk, hingga basreng (bakso goreng)*.


Untuk kerajinan bambu, sejumlah UMKM menampilkan produk bernilai ekonomi tinggi seperti *tas anyaman bambu dan aksesori dekoratif*.  

"Untuk bambu, ada beberapa UMKM yang memang berkecimpung di bidang ini. Contohnya kerajinan tas bambu dan produk dekoratif lainnya yang menunjukkan nilai estetika tinggi," jelasnya.


*Soroti Kopi Liberika Karamat Coffee Cisolok*  

Tak hanya pangan dan kerajinan, Disdagin juga memberi perhatian khusus pada komoditas kopi lokal. Selain Arabika dan Robusta, Sukabumi punya potensi besar pada *kopi Liberika*.


Desi menyoroti *Karamat Coffee asal Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok*, sebagai produk yang patut diperkenalkan lebih luas. Kopi ini memiliki karakteristik aroma dan rasa yang khas setelah sebelumnya dipromosikan dalam Festival Kopi.


"Saya sendiri sebagai penikmat kopi merasakan aroma Liberika dari Karamat Coffee cukup terasa dan memiliki karakter yang kuat. Ini berbeda dengan kopi-kopi konvensional," ungkapnya.


Selain Karamat Coffee, Disdagin juga memperkenalkan varian kopi lain dari Cisolok yang dikembangkan bersama Dinas Pertanian. Kopi ini memiliki notes atau cita rasa buah yang menyerupai nangka, menjadi daya tarik bagi pecinta kopi spesialis.


*Solusi Kendala Pemasaran UMKM*  

Menanggapi kendala pemasaran, Dani menegaskan Pemda terus memperkuat ekosistem distribusi.


"Salah satu permasalahan utama UMKM adalah pemasaran. Untuk itu, kami tidak hanya mengandalkan event seperti expo, tetapi juga menyediakan sarana permanen. Masyarakat dapat mengunjungi Gedung Promosi di sebelah Kantor Kecamatan Palabuhanratu, di mana produk-produk unggulan seperti kopi lokal sudah tersedia dan terintegrasi dengan platform marketplace," jelas Dani.


Melalui expo ini, Disdagin berharap dapat membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas produk lokal Kabupaten Sukabumi.


Ateu Ellah