LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus memperkuat akses air bersih bagi masyarakat melalui Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun 2026.
Salah satu pembangunan dilaksanakan di Kampung Ciwaru Girang, RT 02/03, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Kehadiran sarana tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air.
Pembangunan sumur bor tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Enih, istri Ketua RT 02/03 Kampung Ciwaru Girang, mengatakan masyarakat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar warga.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan sumur bor ini. Sebelumnya memang daerah kami susah air, terutama ketika kemarau panjang. Kami sangat terbantu dengan adanya program ini,” ujar Enih.
Menurut Enih, sebelum pembangunan dilakukan, masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih dari sumber air di sekitar wilayah pesisir. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kebutuhan air meningkat pada musim kemarau.
Karena itu, pembangunan sumur bor dinilai menjadi langkah penting untuk mendukung ketersediaan air bersih di lingkungan masyarakat.
“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Bupati Sukabumi H. Asep Japar, para anggota DPRD, dan Disperkim. Semoga pembangunan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kedalaman Sumur Mencapai 54 Meter
Dalam pelaksanaannya, pengeboran sumur dilakukan hingga kedalaman sekitar 54 meter. Angka tersebut lebih dalam dari rencana awal yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), yakni 50 meter.
Pembangunan sumur bor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyediakan sarana air bersih yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.
Meski pekerjaan telah dilaksanakan, fasilitas tersebut hingga kini belum diserahterimakan kepada masyarakat.
Enih berharap proses pembangunan dapat diselesaikan dengan baik sehingga sarana air bersih tersebut segera dapat dimanfaatkan warga.
“Harapan kami tentunya setelah selesai nanti bisa segera digunakan masyarakat. Apalagi kalau kemarau panjang, kebutuhan air sangat besar,” tuturnya.
Nilai Pekerjaan Rp97,4 Juta
Pembangunan sumur bor Program SPAM 2026 di Kampung Ciwaru Girang dikerjakan oleh CV Trio Muda Berkarya.
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp97.468.000 dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.
Berdasarkan dokumen pekerjaan, kegiatan tersebut tercatat dalam Nomor SPK 000.3.2/A63/SPK/BID.AMS/DPKP/VII/2026.
Program SPAM 2026 di wilayah tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar di Kabupaten Sukabumi.
Bagi warga Kampung Ciwaru Girang, kehadiran sumur bor menjadi bagian penting dari pembangunan fasilitas dasar yang selama ini dibutuhkan masyarakat.
Ateu Ellah



