Masuki Tahun Ketiga, Gebyar Sipenyu Sukabumi Tebar Paket Umrah hingga Motor
-->

Advertisement


Masuki Tahun Ketiga, Gebyar Sipenyu Sukabumi Tebar Paket Umrah hingga Motor

LKI CHANNEL
08 September 2026

LKI-CHANNEL , Sukabumi 


Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menggelar Gebyar Sipenyu (Gerakan Bayar dan Sadar Retribusi dan Pajak Edisi Nyabet Untung) sebagai bentuk apresiasi sekaligus strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah.


Memasuki pelaksanaan ketiga, Gebyar Sipenyu menunjukkan perkembangan dari sisi bentuk penghargaan maupun cakupan penerima apresiasi. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).


Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengapresiasi kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang terus mengembangkan program untuk mendorong kepatuhan wajib pajak.


Menurut Asjap, peningkatan pendapatan daerah harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang semakin mudah bagi masyarakat.


“Alhamdulillah, ini merupakan Gebyar Sipenyu yang ketiga. Mudah-mudahan terus berjalan dan apresiasinya bisa lebih meningkat ke depan,” ujar Asjap usai kegiatan Gebyar Sipenyu di GOR Palabuhanratu, Selasa (8/9/16).


PAD Sukabumi Naik, Potensi Masih Bisa Digali

Asjap mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.


Dari posisi sekitar Rp600 miliar, PAD kini telah mendekati Rp900 miliar. Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa potensi pendapatan daerah masih dapat terus dikembangkan.


Namun, Asjap meminta peningkatan PAD dilakukan dengan menggali potensi secara optimal, bukan semata-mata meningkatkan beban masyarakat.


“Saya tidak bisa mengatakan ada yang bocor. Tetapi, masih ada potensi yang perlu digali dan belum maksimal,” katanya.


Asjap menegaskan, pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan dikembalikan dalam bentuk program dan pelayanan publik.


“Kalau pendapatan lebih bagus, kita juga dituntut meningkatkan PAD. Pajak itu akan dikembalikan lagi kepada masyarakat untuk pembangunan, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan lainnya,” ucapnya.


Warga Taat Pajak Dapat Apresiasi

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri menjelaskan, Gebyar Sipenyu merupakan apresiasi yang diberikan kepada masyarakat yang taat membayar pajak, pengelola pajak, mitra pemerintah, hingga desa dengan pembayaran pajak tercepat.


Sebanyak 10 hadiah sepeda motor disiapkan melalui sumber anggaran provinsi. Selain itu, terdapat tujuh paket umrah yang diberikan kepada wajib pajak dan kepala dusun.


Empat paket umrah diperuntukkan bagi masyarakat wajib pajak, sedangkan tiga paket lainnya diberikan kepada kepala dusun.


Tujuh desa dengan pembayaran pajak tercepat juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.


Bima, sapaan akrab Herdy, mengatakan pola penghargaan tersebut diharapkan mampu membangun budaya taat pajak secara berkelanjutan.


“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk membayar pajak semakin aktif. Masyarakat yang taat pajak kami berikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah daerah,” ujar Bima.


Secara akumulatif, sejak program tersebut digelar, sebanyak 27 paket umrah dan 27 penghargaan untuk desa telah diberikan dalam tiga pelaksanaan Gebyar Sipenyu.


Digitalisasi Jadi Arah Baru Layanan Pajak

Selain memberikan apresiasi, Bapenda Kabupaten Sukabumi juga mendorong kemudahan layanan melalui digitalisasi.


Salah satunya dilakukan melalui layanan pajak berbasis WhatsApp yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan dan melakukan transaksi tanpa harus selalu datang langsung ke kantor.


Bapenda juga menjalankan program Daring, yakni Mendata Pendata Sambil Turing. Program tersebut digunakan untuk memperbarui data objek pajak secara langsung di lapangan.


Data hasil pendataan kemudian diunggah ke sistem digital.


Langkah ini dipersiapkan untuk mendukung pengembangan sistem informasi geografis (SIG) yang nantinya dapat membantu pemerintah memetakan objek pajak secara lebih akurat.


“Pendataan ini menjadi dasar. Data diperbarui langsung di lokasi dan dimasukkan ke sistem. Ke depan, melalui SIG, pemetaan akan lebih jelas, termasuk objek pajak yang sudah membayar, belum membayar, atau mengalami perubahan,” jelas Bima.


Asep Japar Apresiasi Bapenda


Bagi Asjap, keberhasilan meningkatkan PAD tidak dapat dilepaskan dari kerja perangkat daerah dalam melakukan inovasi pelayanan.


Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada Bapenda yang terus mencari cara untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus menggali potensi pendapatan daerah.


Asjap berharap capaian tersebut tidak berhenti pada angka PAD yang mendekati Rp900 miliar.


Menurutnya, peningkatan pendapatan harus diikuti dengan pengelolaan yang akuntabel dan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.


“Saya sangat bahagia ketika yang mendapatkan apresiasi adalah masyarakat dari kalangan bawah. Mereka menunjukkan kepatuhan terhadap aturan dan taat membayar pajak,” tutur Asjap.


Sejumlah penerima apresiasi bahkan berasal dari masyarakat yang bekerja di sektor pelayanan sehari-hari. Hal tersebut dinilai menunjukkan bahwa kepatuhan pajak tidak hanya berasal dari kelompok masyarakat tertentu.


Asjap memastikan penghargaan bagi masyarakat akan terus didorong selama kemampuan pendapatan daerah memungkinkan.

“In Syaa Allah, kalau pendapatan kita lebih baik, apresiasi juga bisa terus ditingkatkan. Untuk penerima paket umrah, keberangkatan direncanakan dilakukan pada akhir tahun," pungkasnya.


Ateu Ellah