LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Suasana penuh kebanggaan mewarnai penyelenggaraan Gebyar Sipenyu di GOR Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (8/9/2026). Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, menjadi salah satu desa yang menerima penghargaan atas keberhasilannya dalam meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Dalam momentum penghargaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tersebut, Desa Cipamingkis membawa pulang hadiah berupa sepeda motor. Selain itu, salah seorang kepala dusun di desa tersebut juga memperoleh hadiah paket umrah.
Penghargaan tersebut diterima sebagai bentuk apresiasi atas capaian Desa Cipamingkis dalam pelunasan PBB-P2. Prestasi itu sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Cidolog.
Kepala Desa Cipamingkis, Baden Supendi, mengaku bersyukur atas penghargaan yang kembali diraih desanya. Ia menyebut hadiah yang diberikan menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat Desa Cipamingkis untuk membayar PBB sangat antusias. Bahkan, ketika SPPT belum datang, warga sudah sering menanyakan,” ujar Baden usai menerima penghargaan.
Lima Kali Raih Hadiah Motor
Bagi Desa Cipamingkis, penghargaan dari Gebyar Sipenyu bukan kali pertama diterima. Sepanjang sekitar sembilan tahun Baden Supendi memimpin desa tersebut, Cipamingkis telah menerima penghargaan berupa sepeda motor hingga lima kali.
Capaian itu menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah desa. Penghargaan yang kembali diterima dalam rangka Gebyar Sipenyu juga memperkuat semangat untuk mempertahankan kepatuhan masyarakat dalam pembayaran PBB-P2.
Baden mengatakan, keberhasilan pelunasan pajak tidak hanya dibangun melalui penagihan rutin. Pemerintah desa menerapkan pendekatan yang menyesuaikan waktu pembayaran dengan kondisi ekonomi dan sumber penghasilan masyarakat.
Para kepala dusun pun telah diberikan pemahaman mengenai pola pemungutan PBB-P2. Langkah tersebut dilakukan agar proses penagihan dapat berjalan lebih efektif sekaligus tetap mempertimbangkan kemampuan wajib pajak.
“Kalau PNS, penagihan PBB mesti dilakukan tanggal 2 atau 3. Kita melihat situasi keuangan masyarakat,” kata Baden.
Sementara itu, bagi warga yang bekerja sebagai petani, waktu penagihan disesuaikan dengan musim dan hasil penjualan pertanian. Pemerintah desa memilih melakukan pendekatan setelah masyarakat memperoleh penghasilan dari hasil bumi.
“Kalau petani, kita lihat kapan mereka menjual hasil buminya. Setelah itu baru didatangi. Jangan sampai kita menagih ketika masyarakat memang belum punya uang,” tuturnya.
Pelunasan PBB Capai Rp135 Juta
Pola pendekatan tersebut menghasilkan capaian positif. Desa Cipamingkis berhasil mencatatkan pelunasan PBB-P2 hingga sekitar Rp135 juta.
Dengan capaian tersebut, Desa Cipamingkis berhasil masuk peringkat keempat tingkat Kabupaten Sukabumi pada kategori nilai tertentu.
“Hasilnya, Alhamdulillah kami mampu mencatat pelunasan PBB hingga masuk peringkat keempat tingkat Kabupaten Sukabumi, dengan capaian sekitar Rp135 juta,” ujarnya.
Baden menegaskan, penghargaan yang diterima bukan sekadar simbol prestasi. Sepeda motor tersebut direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai kendaraan operasional guna mendukung mobilitas dan pelayanan Pemerintah Desa Cipamingkis.
Pengelolaan kendaraan operasional itu akan dilakukan sesuai ketentuan. Biaya pemeliharaan juga direncanakan untuk dianggarkan melalui Anggaran Dana Desa.
Hadiah paket umrah yang diterima salah seorang kepala dusun turut menambah kebahagiaan dalam momentum Gebyar Sipenyu. Baden menilai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur di desa.
“Ini bukan hanya kebanggaan pemerintah desa. Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat. Penghargaan ini menjadi motivasi agar pembayaran PBB terus dipertahankan,” katanya.
Camat Cidolog: Kebanggaan Bersama Masyarakat
Camat Cidolog, Yusup Suherlan, turut menyambut gembira capaian Desa Cipamingkis. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepatuhan pembayaran PBB dapat tumbuh melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Alhamdulillah, Desa Cipamingkis mendapatkan motor dan umrah karena termasuk yang tercepat dalam pelunasan PBB. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Cidolog,” ujar Yusup yang akrab disapa Uup.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan Desa Cipamingkis, tetapi juga dapat menjadi pemantik semangat bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi.
Gebyar Sipenyu pun menjadi momentum seremonial untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah desa yang menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kepatuhan pembayaran PBB-P2.
“Semoga ini menjadi motivasi dan penggugah bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi untuk berlomba dalam hal yang positif,” pungkasnya. (Ae)


