LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Program revitalisasi SDN Jayanti 2 di Kampung Jayanti RT 01/04, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi angin segar bagi peningkatan sarana pendidikan di wilayah tersebut.
Pengerjaan gedung sekolah yang mendapat dukungan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 itu kini telah mencapai lebih dari 55 persen. Revitalisasi diharapkan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak bagi 313 siswa SDN Jayanti 2.
Kepala SDN Jayanti 2, Ati Kusmiati, mengatakan bantuan revitalisasi tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Menurutnya, pembangunan mencakup lima ruang kelas, satu ruang guru, satu perpustakaan, serta satu lokal toilet dengan enam pintu.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan revitalisasi ini. Mudah-mudahan fasilitas yang dibangun dapat memberikan kenyamanan bagi anak-anak dalam belajar dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kami,” ujar Ati.
Selama gedung sekolah direvitalisasi, kegiatan belajar mengajar tidak dihentikan. Sebanyak 313 siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan Gedung Ponpes Riyadlul Darojat Jayanti sebagai lokasi sementara.
SDN Jayanti 2 sendiri didukung 14 guru yang tetap menjalankan kegiatan pembelajaran selama proses pembangunan berlangsung.
Harapan untuk Fasilitas Pendidikan yang Lebih Layak
Revitalisasi sekolah tersebut dibiayai melalui bantuan pemerintah sebesar Rp1.050.104.387 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Jayanti 2 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, mulai 27 Juli hingga 23 Desember 2026.
Ati berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai jadwal. Ia juga berharap hasil revitalisasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa maupun tenaga pendidik.
“Kami berharap proses pembangunan berjalan lancar sampai selesai. Yang paling penting, nantinya anak-anak bisa belajar dengan fasilitas yang lebih baik, aman, dan nyaman,” katanya.
Libatkan Warga Sekitar
Pelaksanaan revitalisasi juga melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Sebanyak 26 pekerja ikut mengerjakan proyek tersebut dan seluruhnya merupakan warga sekitar SDN Jayanti 2.
Selain melibatkan tenaga kerja lokal, seluruh pekerja juga telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Material yang digunakan dalam pembangunan disebut memenuhi standar yang dipersyaratkan, termasuk menggunakan bahan ber-SNI dan layak digunakan untuk pembangunan fasilitas sekolah.
Bagi SDN Jayanti 2, revitalisasi tersebut bukan sekadar pembangunan fisik gedung. Kehadiran fasilitas baru diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang lebih representatif bagi siswa dan mendukung aktivitas para guru.
Dengan progres yang telah melampaui 55 persen, pihak sekolah berharap revitalisasi SDN Jayanti 2 dapat rampung sesuai target dan segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Ateu Ellah



