LKI Channel || Purwakarta
Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menegaskan komitmennya dalam percepatan pembangunan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Tahun ini, strategi baru mulai diterapkan dengan menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Purwakarta.
Kabid Perumahan Disperkim Purwakarta, Ofi Sopyan Gumelar, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimiliki dinas, tercatat sebanyak 10.775 unit Rutilahu tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta yang masih memerlukan intervensi pembangunan dan peningkatan kualitas hunian masyarakat.
“Jumlah Rutilahu di Purwakarta masih cukup tinggi. Untuk itu, kita perlu akselerasi pembangunan agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. Salah satu langkah strategis yang kami dorong adalah menggandeng CSR perusahaan untuk turut serta membantu pembangunan,” tegas Ofi Sopyan Gumelar.
Melalui pola kolaboratif tersebut, diharapkan pembangunan Rutilahu tidak hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah, namun juga partisipasi pihak swasta dalam rangka mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Ofi menambahkan bahwa Purwakarta memiliki banyak perusahaan yang potensial untuk bergabung dalam program sosial ini sehingga percepatan pembangunan akan lebih mudah tercapai.
“CSR perusahaan menjadi kekuatan tambahan untuk memaksimalkan capaian program Rutilahu. Dengan kolaborasi ini, pembangunan dapat dilaksanakan lebih cepat dan lebih merata,” ujarnya.
Disperkim menegaskan bahwa masyarakat penerima manfaat tetap akan melalui proses verifikasi dan pendataan sesuai standar regulasi, sehingga program tetap berjalan transparan, tepat sasaran, dan akuntabel.
Dengan adanya dukungan CSR, program Rutilahu di Purwakarta diharapkan menjadi role model kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam pembangunan sosial berbasis kemanusiaan dan keberlanjutan.
( Yana )



