LKI-CHANNEL, SUKABUMI
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD ) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri Mengungkapkan bahwa sebagian besar Dana Desa Secara Nasional kini di alihkan untuk mendukung program setrategis Nasional (PSN) KDMP ( Koprasi Merah Putih).
"Secara Nasional, dari total pagu Rp 61 Triliun, Sekira Rp 39 Triliun digunakan untuk pembiyayaan KDMP. Untuk Kabupaten Sukabumi Sendiri, Dana Desa yang diterima sekira Rp 385 juta dan terendah sekira Rp 280 juta," Ujar Ahmad Samsul Bahri Kepada Awak Media
Dengan Keterbatasan Anggaran tersebut, Ahmad menegaskan bahwa Desa tidak bisa lagi hanya bergantung pada Dana Desa. Melainkan harus berani melakukan trobosan.
"Desa Harus lebih banyak berinovasi, sebisa mungkin menjalin kerja sama dengan Prusahaan Perusahaan Swasta dan dunia usaha yang ada diwulayahnya, agar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap bisa berjalan," tegasnya.
Ahmad juga membeberkan kondisi Pemerintah Desa di Kabupaten Sukabumi yang kini masih terdapat 16 Desa tanpa Kepala Desa Definitif.
"Alhamdulilah hari ini sudah dilaksanakan PAW di 10 Desa, tinggal menunggu pelantikan. Sementara 6 Desa lainnya masih di pimpin oleh PJ ( pejabat sementara," jelasnya.
Menurutnya belum adanya Kepala Desa Definitif disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah kesiapan anggaran.
"Pelaksanaan PAW harua murni dibiyayai oleh anggaran Desa. Ada juga kasus Kepala Desa yang mengundurkan diri, seperti dipelabuhan ratu, karena memilih menjadi sebagai pegawai P3K," ucapnya
Tak hanya itu, sejumlah Desa masih memghadapi persoalan hukum.
"Ada Desa yang Kepala Desanya tersangkut kasus tindak pidana korupsi, ada yang masih proses hukum, ada juga yang sudah putusan tetapi perkara tipikor dipengadilan Negri belum Inkrah," tambahnya.
Kedepannya, DPMD Kabupaten Sukabumi, memastikan akan melakukan pembinaan intensif terhadap kepala Desa Baru.
"Mudah mudahan nanti kita lakukan pembinaan, karena sebagian kepala Desa baru bukan berasal dari perangkat Desa. Masa kekosongan kepemimpinan ini juga bervariasi, ada yang paling singkat sekira 2 tahun, bahkan di Desa Cijalingan Hampir 6 tahun.," pungkasnya
Ateu Ellah


