LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diproyeksikan menjadi salah satu wilayah kunci dalam penguatan agroindustri dan pariwisata Kabupaten Sukabumi tahun 2027, seiring masuknya kawasan ini ke dalam proyek strategis pengembangan destinasi pariwisata sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025–2028.
Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Palabuhanratu, Selasa (10/2/26), sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, yang menghasilkan 158 usulan program pembangunan, dengan 48 di antaranya ditetapkan sebagai prioritas kecamatan.
Secara sektoral, usulan paling dominan diarahkan pada infrastruktur dasar, terutama:
- **Dinas Perumahan dan Permukiman: 61 kegiatan**
- **Dinas Pekerjaan Umum: 17 kegiatan**
- **Dinas Pendidikan: 20 kegiatan**
Selain itu, sektor lingkungan, transportasi, pertanian, ketenagakerjaan, hingga pariwisata juga masuk dalam daftar prioritas.
**Fokus Pembangunan Berbasis Ekonomi Riil**
Tim Supervisi Bapperida Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa tema pembangunan 2027 adalah “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata”, dengan sasaran utama:
**pertumbuhan ekonomi yang berkualitas**,
**pemerataan infrastruktur pelayanan dasar**,
**peningkatan SDM berbasis iptek dan nilai religius**,
serta **tata kelola pemerintahan yang profesional**.
Di tempat sama, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi fraksi PDI Perjuangan, Junajah Jajah Nurdiansyah, menyebut Palabuhanratu memiliki posisi strategis sebagai simpul pertumbuhan wilayah selatan Sukabumi.
“Wilayah Palabuhanratu sangat krusial. Jika infrastruktur dan ekonomi lokal diperkuat, dampaknya bukan hanya untuk kecamatan ini, tetapi untuk daya saing Sukabumi secara keseluruhan,” ujarnya.
Sementara itu, Leni Liawati dari Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi menyoroti pentingnya keberpihakan kepada sektor produktif masyarakat.
“Beasiswa untuk anak petani dan penguatan petani milenial harus menjadi prioritas agar regenerasi pelaku agroindustri berjalan. Pembangunan tidak cukup fisik, tapi juga sumber daya manusianya,” katanya.
**Tantangan Efisiensi Anggaran**
Di sisi lain, DPRD Kabupaten Sukabumi mengingatkan bahwa Kabupaten Sukabumi menghadapi efisiensi anggaran hingga Rp727,7 miliar akibat kebijakan nasional. Kondisi ini menuntut setiap usulan benar-benar selaras dengan tema prioritas agar dapat terdanai.
“Dengan keterbatasan fiskal, hanya program yang relevan dengan agroindustri dan pariwisata yang berpeluang besar direalisasikan,” tegas Mansurudin dari Fraksi PAN.
**Palabuhanratu Masuk Proyek Strategis Kabupaten**
Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, menyampaikan bahwa wilayahnya telah masuk dalam klaster pengembangan destinasi pariwisata Sukabumi periode 2025–2028.
Artinya, pembangunan infrastruktur jalan, permukiman, fasilitas publik, hingga pemberdayaan UMKM di Palabuhanratu akan menjadi bagian dari agenda strategis kabupaten.
“Dari 158 usulan, kami fokuskan pada 48 kegiatan prioritas yang langsung mendukung ekonomi masyarakat dan konektivitas wilayah,” jelasnya. (Ateu/ellah)



