Rumah Sakinah untuk Korban Gempol Sukabumi, Bukti Negara Hadir di Tengah Bencana
-->

Advertisement


Rumah Sakinah untuk Korban Gempol Sukabumi, Bukti Negara Hadir di Tengah Bencana

LKI CHANNEL
09 February 2026

LKI-CHANNEL, SUKABUMI


Harapan baru kini mulai tumbuh bagi para penyintas bencana pergeseran tanah di Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) memastikan akan membangun hunian tetap berupa **Rumah Sakinah** sebagai bagian dari program relokasi permanen.


Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa pembangunan rumah tersebut bukan proyek pemerintah, melainkan hasil dari gerakan kolaboratif yang dinamakan lelang kebaikan.


“Ini bukan proyek pemerintah, ini lelang kebaikan. Kami membuka partisipasi semua pihak, baik perusahaan, komunitas, maupun individu yang ingin membantu para korban,” ujar Sendi usai Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam Pergeseran Tanah Kampung Gempol di Aula Kantor Desa Cikadu, Jumat (6/2/26). 


**100 Unit Rumah di Atas Lahan Pemda**


Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi (verval), terdapat 100 kepala keluarga yang harus direlokasi akibat bencana pergerakan tanah yang terjadi pada akhir tahun 2024 lalu. Seluruh rumah akan dibangun di atas lahan milik Disperkim seluas 5 hektare di kawasan Pasir Goong.


Kawasan pemukiman baru tersebut rencananya akan diberi nama **Kampung Mubarakah**, sebagai simbol harapan dan keberkahan bagi para penyintas.


**Spesifikasi Rumah Sakinah**


Rumah Sakinah dirancang sebagai hunian layak, aman, dan berkelanjutan dengan spesifikasi sebagai berikut:


- **Luas tanah: 60 meterpersegi**

- **Luas bangunan: 5 x 6 meter**

- **Model: rumah panggung**


Fasilitas:


- **2 kamar tidur**

- **1 kamar mandi**

- **ruang tamu** 

- **dapur**


Rumah tersebut dilengkapi dengan dengan septic tank komunal dan sumur bor. Adapun nilai pembangunan mencapai Rp35 juta per unit (all in). 


Selain rumah, di kawasan **Kampung Mubarakah** juga akan dibangun masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan spiritual warga.


**Cut and Fill Segera **


Sendi menyampaikan, Bupati Sukabumi, Asep Japar, menargetkan agar warga terdampak sudah bisa merasakan kebahagiaan sebelum bulan Ramadan 2026. Proses cut and fill atau pematangan lahan dijadwalkan mulai dilakukan dalam waktu dekat dengan pengerjaan selama sekitar tiga minggu.


"Hari Sabtu atau Minggu ini kita turunkan alat berat untuk cut and fill. Nanti kalau satu blok sudah selesai cut and fill, kita langsung peletakan batu pertama,” jelasnya.


Hingga saat ini, sudah terkumpul komitmen pembangunan 64 unit rumah, dengan 20 unit di antaranya berasal dari Pemkab Sukabumi. Sementara 44 unit lainnya berasal dari lelang kebaikan yang dilakukan Pemkab Sukabumi kepada perusahaan-perusahaan, termasuk kepada Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). 


"Rencananya pembangunan akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni bulan April-Mei, bulan Juni-Agustus, dan tahap tiga bulan September. Tapi kita berharap tidak sampai tiga tahap untuk Gempol ini. Sehingga tahap dia dan tiga nanti bisa untuk yang lain," ujarnya. 


**Rumah Tidak Boleh Dijual**


Sendi juga menegaskan, rumah yang dibangun di **Kampung Mubarakah** tidak boleh dipindahtangankan atau diperjualbelikan, karena berdiri di atas tanah milik pemerintah daerah.


“Yang menempati hanya kepala keluarga yang tercatat. Ini menjadi syarat mutlak agar tidak disalahgunakan,” tegasnya.


**Suara Harapan dari Warga**


Perwakilan warga Kampung Gempol, Hasyim, menyampaikan rasa syukur atas kejelasan program relokasi yang disosialisasikan langsung oleh Disperkim.


“Alhamdulillah sudah ada titik terang. Penjelasan Pak Sendi jelas, gamblang, bisa dimengerti oleh kami para korban,” ungkap Hasyim.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sukabumi dan jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan solusi konkret atas musibah yang mereka alami.


“Kami yang dituakan di Kampung Gempol mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati atas kebijakan relokasi ini. Ini benar-benar jalan keluar dari kesulitan kami,” tuturnya.


**Harapan Baru dari Kampung Mubarakah**


Kampung Mubarakah bukan sekadar proyek perumahan, tetapi menjadi simbol pemulihan sosial bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Dengan konsep kolaborasi melalui lelang kebaikan, Pemkab Sukabumi menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang empati, solidaritas, dan keberlanjutan hidup masyarakat. (Ateu/ellah)