Ketua FMR dan JANGKAR Soroti Permasalahan Sampah dan Pengelolaan Pasar Tehnik Umum Kota Bogor
-->

Advertisement


Ketua FMR dan JANGKAR Soroti Permasalahan Sampah dan Pengelolaan Pasar Tehnik Umum Kota Bogor

LKI CHANNEL
10 May 2026

LKI-CHANNEL ,Kota Bogor 


Permasalahan sampah di kawasan Pasar Tehnik Umum (TU) Kota Bogor kembali menjadi sorotan publik. Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah titik pasar dinilai semakin memprihatinkan karena menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi menjadi sumber penyakit yang berdampak terhadap pedagang maupun masyarakat sekitar.


Ketua FMR (Federasi Mahasiswa Revolusioner), Bagas Pamungkas, bersama Ketua JANGKAR (Jaringan Koalisi Rakyat), Faiz, menilai kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Menurut mereka, pengelolaan sampah di Pasar TU masih belum maksimal, terlebih hingga saat ini dinilai belum memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.


“Persoalan sampah di Pasar TU bukan hanya soal kebersihan semata, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Bau yang ditimbulkan sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan penyakit bagi pedagang maupun warga sekitar,” ujar Bagas Pamungkas.


Faiz menambahkan bahwa buruknya pengelolaan lingkungan pasar menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Pasar TU.


Selain persoalan sampah, FMR dan JANGKAR juga menyoroti pengelolaan Pasar Tehnik Umum yang berada di bawah Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) dan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Menurut mereka, kinerja pihak ketiga selama ini dinilai buruk, namun masa kontraknya justru kembali diperpanjang sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat dan para pedagang.

“Ketika persoalan kebersihan, pengelolaan pasar, hingga fasilitas dasar belum terselesaikan dengan baik, tentu publik mempertanyakan alasan perpanjangan kontrak pihak ketiga tersebut,” kata Faiz.


Mereka juga menyoroti sengketa Pasar Tehnik Umum antara Pemerintah Kota Bogor dengan PT Galvindo Ampuh yang dinilai berlarut-larut dan berdampak terhadap para pedagang akibat ketidakpastian dalam menjalankan aktivitas usaha.


FMR dan JANGKAR meminta Pemerintah Kota Bogor, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), serta seluruh pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh demi terciptanya lingkungan pasar yang bersih, sehat, nyaman, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat serta para pedagang.


“Apabila permasalahan ini tidak segera ditindaklanjuti secara serius, maka kami akan melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat dan para pedagang Pasar TU,” tegas Bagas Pamungkas dan Faiz.