Sembarangan , Panwascam Kotabaru diduga Kurang Etika Spanduk Pelantikan dan Pembekalan PPS Menutupi Spanduk PSHT
-->

Advertisement


Sembarangan , Panwascam Kotabaru diduga Kurang Etika Spanduk Pelantikan dan Pembekalan PPS Menutupi Spanduk PSHT

LKI CHANNEL
30 January 2024

LKI Channel Karawang


Panitia Pengawas pemilu (Panwaslu ) kecamatan  Kotabaru  dinilai sembrono memasang spanduk pelantikan pelantikan dan pembekalan pengawas TPS  menutupi  spanduk lambang  PSHT ditambah sebelahnya spanduk wisuda an diperparah setelah acara selesai  panwas dan anggotanya beserta camat Kotabaru Poto bareng dengan latar belakang spanduk pelantikan yang sangat tak Elok dipandang. Karawang, 30/01/2024.


Menurut keterangan warga sekitar gedung PSHT  dipakai oleh  Panwaslu kecamatan Kotabaru sedang mengadakan acara pelantikan dan pembekalan  pada Tanggal  22 Januari dengan memasang spanduk ditenggarai pemasangan spanduk  tidak tepat terkesan sembrono.

Sedangkan  pemasangannya berada tepat menutupi spanduk lambang  dari pada PSHT disebelahnya spanduk Wisuda.

" Tidak mengerti juga ya jalan pikiran mereka ,mereka itu terlatih berpendidikan tapi sembarangan sembrono. Lucunya ya setelah acara selesai mereka berpoto bareng camat juga dengan background spanduk yang tak elok itu ,dimana mereka etika nya ya masa lambang  PSHT ditutupin dengan Spanduk Pelantikan pembekalan pengawas TPS  terus dengan santainya mereka Poto bareng pakai peci Jas  Rapi  " ujar warga yang tak ingin disebutkan 


“Saya tidak tahu siapa yang memasangnya, tapi kalau yang masang itu orang dari Panwaslu Kotabaru  berarti mereka tidak mengerti etika  Masa spanduk dipasang menutupi Lambang PSHT  kata nya 


Sekalipun spanduk itu bersifat sementara hanya selesai acara akan tetapi saat berpoto bareng terkesan tidak profesional  " spanduk pelantikannpembekalan Pengawas TPS  itu tidak menghargai PSHT " asal Pasang  saja dilihat nya pun tak pantas lah ,apa mereka tidak melihat ada lambang PSHT "


Hingga berita ini ditayangkan LKI belum mengkorfirmasi alasan pemasangan spanduk dengan sembrono  pungkasnya.


(Nana Nuryadin)