LKI-CHANNEL , SUKABUMI
VISI besar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam mewujudkan Jabar Sehat, Jabar Raharja —sebuah provinsi yang menjamin pelayanan kesehatan warganya dari hulu hingga hilir, karena pelayanan kesehatan bukan lagi menjadi barang mewah, melainkan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi negara— bakal terbentur dengan peristiwa yang dialami YY (46 tahun), perempuan warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
YY, yang sejak lama menderita penyakit kanker, dan harus dirujuk ke rumah sakit provinsi di jantung Jawa Barat, tak kuasa menghadapi birokrasi rumah sakit yang berbelit. Semenjak menunggu nomor di bilik antrian, mendapat rujukan demi rujukan, menunggu jadwal dokter, diagnosa penyakit (scanning), bulak balik ia tempuh dengan sabar sekaligus perasaan majal menahan rasa sakit. Syahdan, nyaris tiga bulan di hampir tiga rumah sakit di Bandung, menghabiskan banyak waktu dan biaya, penyakit YY nyatanya hingga kini tak kunjung ditangani.
"Sekitar dua bulan lalu kontrol di RS Cicendo, Bandung, saat datang cuma diberikan nomor antrian untuk janjian sama dokter, beberapa minggu berlalu, saat waktu yang dijanjikan tiba, kemudian dilakukan tindakan CT Scan, untuk hasil pemeriksaan radiologi ini harus menunggu beberapa minggu lagi. Bayangkan, untuk proses scan saja sudah memakan waktu sekitar 1 bulan dan 4 kali bulak balik. Kemudian mendapat rujukan ke RS. Hasan Sadikin, prosesnya sama, ambil antrian, nunggu jadwal, dan scan ulang lagi, makan waktu 2 bulan lebih. Kemudian dirujuk lagi ke RS Sentosa. Padahal ini kan penyakit tergolong berat dan harus segera dilakukan tindakan karena kronis, bagaimana kalau terjadi apa-apa," keluh Ys, keluarga YY, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Ys, pelayanan kesehatan di Jawa Barat justru mengalami kemunduran, karena sebelumnya pengobatan YY, justru bisa dilakukan di Sukabumi.
"Sekitar 7 atau 8 tahun lalu, agak mudah aturannya, scan bisa di RSUD R. Syamsudin, SH. (Bunut), dan langsung tindakan operasi, bahkan bisa kemoterapi. Kenapa kondisi sekarang tidak seperti dulu, kita orang kecil menghadapi semua ini tentu sangat berat," katanya.
Tak mau menyerah, kini keluarga YY berupaya menghubungi beberapa anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dari daerah pemilihan (dapil) Sukabumi, untuk meminta bantuan agar tindakan medis terhadap YY bisa segera dilakukan.
"Alhamdulillah, ada dewan yang menjanjikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, pengobatan YY bisa segera dilaksanakan," ungkap Ys.
Hingga berita ini tayang, awak media masih terus berupaya menghubungi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), terkait kejadian yang dialami YY, warga Sukabumi di beberapa rumah sakit di Provinsi Jawa Barat. Komitmen KDM, memperbaiki pelayanan dan memangkas birokrasi di RS kini dipertanyakan. (bersambung..)
(Red)


