LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Senyum bahagia akhirnya terpancar dari wajah warga Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Setelah lebih dari dua tahun hidup dalam bayang-bayang bencana pergerakan tanah, mereka kini mulai menatap masa depan dengan hadirnya pembangunan hunian relokasi di Kampung Mubarokah.
Momentum haru itu terasa saat Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Andreas, Sekda Ade Suryaman, jajaran Forkopimda, serta Forum CSR melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap, Rabu (1/4/2026).
Bagi warga, langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal dari kehidupan baru yang lebih aman dan layak. Ketua Koordinator Posko Bencana Gempol, Asep Sofyan, yang juga menjadi salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian pemerintah dan berbagai pihak.
"Terima kasih kepada Bapak Bupati atas kepedulian kepada kami yang telah menjadi satu korban bencana ini. Atas bantuan dan dorongan dari mungkin pihak media yang mendorong dengan gebrakkannya. Dan kepeduliannya, sehingga terjadi realisasi relokasi pembangunan hunian tetap di sini," kata Asep Sofyan.
Ia menceritakan, warga telah melewati masa sulit sejak bencana pertama terjadi pada 4 Desember 2024, yang kemudian disusul peristiwa lebih besar pada Desember 2025 hingga menyebabkan banyak rumah roboh.
“Sudah dua tahun lebih kami bertahan. Awalnya sangat berat, bahkan kampung sempat seperti mati. Tapi kejadian kedua justru membuat kami lebih ikhlas dan sabar menghadapi kondisi ini,” tuturnya.
Kini, harapan itu mulai terjawab. Sebanyak 84 unit rumah akan dibangun di Kampung Mubarokah, setelah melalui proses verifikasi dari data awal yang mencapai lebih dari 100 calon penerima.
Tak hanya tempat tinggal baru, perubahan juga dirasakan secara administratif. Warga secara simbolis mulai beralih identitas kependudukan ke Kampung Mubarokah.
"Insyaallah mungkin karena hari ini juga ada simbolis Pak. Saya sendiri dan Bapak Suri sudah dialihkan KTP-nya, dirubah dengan Kampung Mubarokah," ungkapnya.
"Alhamdulillah dengan ucapan alhamdulillah, saya syukur kepada Allah dengan bantuan dari semua pihak utamanya dari media, dan semua sehingga kami merasakan tanggapan, kepedulian dari semua pihak sehingga terjadi realisasi pada hari ini," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa pembangunan hunian tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga para pengusaha.
"Barusan kita sudah melaksanakan untuk apa peletakan batu pertama. Dan alhamdulillah ini berkat dukungan dari beberapa semua pihak, termasuk dari Pak Kapolres, Pak Dandim, termasuk aparat pemerintah daerah, termasuk para pengusaha yang ada di Kabupaten Sukabumi," ujar Bupati Asep Japar.
"Ada yang hibah, ada yang tiga rumah, dua, atau satu, alhamdulillah terkumpul. Dan ini betul-betul Kampung Gempol itu dibangun dari hasil apa sedekah untuk rumah. Dan saya mengucapkan terima kasih atas nama pemerintah daerah terhadap kebaikan-kebaikan untuk membantu para warga Kampung Gempol," sambungnya.
Ia juga menjelaskan konsep “lelang kebaikan” yang menjadi strategi dalam menutupi kekurangan pembangunan rumah.
"Ya, seperti halnya ketika misalkan kita punya perencanaan untuk membangun rumah 100, terkumpul 83, sisa 17. Nah, tadi dilelang kebaikan dan alhamdulillah terkumpul dari beberapa orang, yang insyaallah sedekah rumah itu," kata dia.
Menurutnya, konsep tersebut menjadi inovasi baru di Kabupaten Sukabumi dalam mempercepat penanganan pascabencana berbasis kolaborasi.
"Mudah-mudahan inilah kita kembang terus, bahkan kita juga masih ada beberapa kampung yang perlu pemerintah juga bantuan," ungkapnya.
Bupati Sukabumi Asep Japar juga mengungkapkan bahwa nama Kampung Mubarokah sendiri dipilih dengan harapan membawa keberkahan bagi para penghuninya, sejalan dengan semangat pemulihan dan visi pembangunan daerah.
"Semoga menjadi mubarokah, membawa keberkahan dan kehidupan yang lebih baik bagi warga," tandasnya. (Ateu/ellah)



