LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi, Iman Adinugraha, menggelar rangkaian kegiatan istimewa di Rumah Aspirasi Partai Demokrat Palabuhanratu, Kamis (28/5/2026). Kegiatan ini memadukan agenda sosial keagamaan dan penguatan organisasi, dihadiri oleh pengurus DPC, PAC, Korlap, hingga Satgas Rajawali.
Agenda pertama yang dilaksanakan adalah penyembelihan hewan qurban berupa dua ekor sapi. Menurut Iman Adinugraha, kegiatan ini merupakan tradisi rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud kepedulian partai terhadap masyarakat.
"Setiap tahun kami selalu melaksanakan ibadah kurban. Tahun ini kami menyiapkan dua ekor sapi, yang nantinya dagingnya akan dibagikan secara merata kepada warga sekitar Rumah Aspirasi. Ini bentuk nyata kehadiran Partai Demokrat di tengah masyarakat, tidak hanya dalam hal politik tapi juga dalam berbagi kebaikan," ujarnya.
Setelah rangkaian kurban selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda kedua yaitu Pendidikan Politik. Agenda rutin kali ini mengangkat tema "Optimalisasi Pemanfaatan Era Digital Berbasis Tempat Pemungutan Suara (TPS)".
Iman menjelaskan, materi ini disusun mengingat Partai Demokrat memiliki target besar dalam kontestasi Pemilihan Umum 2029 mendatang. Partai bertekad menambah jumlah kursi di berbagai lembaga legislatif, baik DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, maupun DPR RI.
"Persaingan politik ke depan tidak akan ringan. Banyak partai baru yang akan ikut bertarung, ditambah lagi persaingan dengan partai-partai besar lainnya. Oleh karena itu, kami harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pengurus dari tingkat ranting, PAC, hingga DPC harus mahir memanfaatkan teknologi digital, baik untuk kebutuhan kampanye maupun pendataan warga secara akurat," tegasnya.
Selain membahas persiapan politik, dalam kesempatan itu Iman Adinugraha juga menanggapi isu yang sedang mengemuka di masyarakat, yakni dugaan peredaran pupuk bersubsidi palsu yang diduga menyebabkan gagal panen di kalangan petani.
Ia menegaskan bahwa isu ini harus ditangani secara serius dan tegas. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin memproduksi pupuk palsu, sehingga hal ini jelas merupakan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Peredaran pupuk yang diduga palsu ini harus segera ditindak. Ini merugikan dua pihak sekaligus: petani yang sudah bekerja keras, dan negara karena potensi pajak yang hilang. Jika ditemukan indikasi kuat adanya pupuk palsu yang diproduksi dan diperjualbelikan, segera laporkan ke aparat penegak hukum," tegasnya.
Sebagai anggota DPR RI, Iman menyatakan akan mendorong penanganan kasus ini secara menyeluruh. Ia juga menekankan agar upaya pemerintah yang telah berusaha mempermudah akses pupuk bagi petani tidak dinodai oleh oknum yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.
"Presiden dan pemerintah sudah berusaha keras agar pupuk bersubsidi mudah dijangkau petani. Jangan sampai upaya mulia ini dirusak oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Kami siap mengawal agar permasalahan ini segera mendapatkan solusi yang adil dan tegas," pungkasnya.
Ateu Ellah




