LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Sinergitas antara visi strategis legislatif Teddy Setiadi mengenai agroindustri dan pariwisata, dengan realitas kebutuhan dasar yang dipaparkan eksekutif yang di wakili Camat Asep Sumantri, menciptakan sebuah Pembangunan yang seimbang antara pembangunan fisik (infrastruktur), sosial (pendidikan & kesehatan), dan ekonomi (agroindustri) akan membawa Parungkuda menuju masa depan yang lebih cerah di tahun 2027.
Bertempat di Aula Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 resmi digelar dengan berbagai penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, hari Jumat, tanggal (13/02/2026)
Hadir sebagai sosok sentral dalam pengawalan aspirasi masyarakat, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, Kehadiran politisi senior Gerindra ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen nyata dalam memastikan setiap rupiah anggaran daerah berpihak pada kepentingan rakyat kecil di Parungkuda.
Dalam sambutannya yang khas Teddy Setiadi menyapa setiap peserta Musrenbang yang hadir antara nya kepala desa , kader dan unsur forkopimcam lain nya, ia menekankan bahwa tahun 2027 harus menjadi tahun lompatan bagi ekonomi kerakyatan dengan fokus utama RKPD 2027 adalah penyusunan ekosistem pendukung untuk penguatan agroindustri dan pariwisata.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah. Sukabumi, khususnya Parungkuda, memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Namun, tanpa ekosistem agroindustri yang kuat, mulai dari pengolahan hingga pemasaran, petani kita akan terus berada di posisi tawar yang rendah,” tegas Teddy Setiadi di hadapan para kepala desa dan tokoh masyarakat.
Menurut Teddy, penguatan sektor ini harus dibarengi dengan empat pilar utama yakni
•Infrastruktur Penunjang: Jalan usaha tani dan akses menuju destinasi wisata.
• Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Melatih pemuda desa agar paham teknologi pertanian di sertai manajemen
• Akses Permodalan: Memperkuat UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar nasional.
• Digitalisasi Desa: Mempromosikan potensi lokal melalui platform digital secara masif.
“Sektor infrastruktur, pendidikan, perumahan, dan kesehatan masih mendominasi dalam pengusulan Musrenbang dari seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Parung,” ujar Asep Sumantri dengan nada tegas.
Proses Musrenbang tahun 2026 ini melalui seleksi yang sangat ketat di ketahui Dari total 117 usulan yang masuk dari berbagai musyawarah tingkat desa (Musrenbangdes), tim verifikasi kecamatan melakukan penyaringan mendalam berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran hanya 40 yang terverifikasi dan menjadi prioritas.
Di sinilah peran Teddy Setiadi sebagai anggota legislatif menjadi kunci. Sebagai Ketua Fraksi Gerindra, Teddy memiliki tugas berat untuk mengawal agar 40 usulan yang telah divalidasi oleh Camat Parungkuda tidak “tercecer” saat pembahasan di tingkat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sukabumi, beberapa point utama antaranya:
1. Mengawal Infrastruktur untuk Ekonomi
Teddy berkomitmen bahwa usulan infrastruktur yang masuk harus disinergikan dengan visi agroindustri. “Jika desa mengusulkan perbaikan jalan, kita arahkan agar jalan tersebut menjadi akses utama pengangkutan hasil panen atau akses menuju desa wisata. Jadi, satu pembangunan memberikan dua manfaat sekaligus,” jelasnya.
2. Pendidikan dan Kesehatan sebagai Investasi SDM
Mengenai dominasi usulan pendidikan dan kesehatan, Teddy Setiadi menilai hal tersebut adalah investasi jangka panjang. Partai Gerindra, menurutnya, selalu menempatkan kesejahteraan sosial sebagai prioritas. Tanpa masyarakat yang sehat dan terdidik, ekosistem pariwisata yang canggih sekalipun tidak akan bisa dikelola secara mandiri oleh warga lokal.
3. Perumahan Layak Huni (Rutilahu)
Teddy juga menaruh perhatian khusus pada sektor perumahan. Baginya, rumah yang layak adalah titik awal kesejahteraan keluarga. Ia berjanji akan mendorong penambahan kuota stimulan perumahan swadaya bagi warga Parungkuda yang masih menempati rumah tidak layak.
Kecamatan Parungkuda memiliki posisi geografis yang strategis sebagai pintu masuk dan wilayah transit di Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi melihat ini sebagai peluang emas dan dengan adanya jalan tol yang melintasi wilayah Sukabumi, Parungkuda harus siap menjadi pusat agroindustri Jangan sampai kita hanya jadi penonton di rumah sendiri kita harus siapkan pusat-pusat pengolahan hasil tani di sini , Pariwisata kita juga harus berbasis masyarakat (Community Based Tourism), sehingga uang yang masuk dari wisatawan langsung berputar di kantong warga desa, bukan hanya di pengusaha besar,” ungkap Teddy (yp)



