Warga Desa Gunung Karamat Cisolok Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Panjat 81 Batang Bambu
-->

Advertisement



Warga Desa Gunung Karamat Cisolok Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Panjat 81 Batang Bambu

LKI CHANNEL
22 August 2026

LKI-CHANNEL , SUKABUMI


Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di *Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi*, berlangsung meriah. Ribuan warga memadati Lapangan Desa Gunung Karamat untuk menyaksikan tradisi unik: *panjat 81 batang bambu*, Sabtu (22/8/2026).


Tawa dan sorak-sorai pecah setiap kali peserta memanjat bambu licin yang penuh oli, terjatuh, lalu kembali mencoba demi meraih hadiah di puncaknya.


*Tradisi Tahunan yang Naik Sesuai Usia Kemerdekaan*  

Kepala Desa Gunung Karamat, *Subaeta*, mengatakan panjat bambu ini sudah jadi tradisi selama 7 tahun sejak ia menjabat.


“Ini yang ketujuh. Selama tujuh tahun ini, semenjak saya menjabat, kami mengadakan panjat bambu. Mulai dari 73, 76, sampai hari ini menjadi 81 tiang,” ujar Subaeta yang juga ikut jadi peserta.


Jumlah bambu sengaja disesuaikan dengan usia kemerdekaan RI tahun ini.  

“Prinsip kami adalah menciptakan hal-hal biasa menjadi luar biasa,” katanya.


Menurut Subaeta, tradisi ini juga lahir dari semangat menghidupkan sejarah Desa Gunung Karamat yang memiliki jejak perkebunan peninggalan Belanda, sekaligus mempererat kebersamaan warga.


*Puncak Rangkaian Acara*  

Panjat bambu menjadi puncak dari rangkaian HUT RI di desa tersebut. Sebelumnya warga sudah menggelar turnamen sepak bola, lomba anak-anak dan ibu-ibu, hiburan wayang, dangdut, reggae, hingga pengajian.


“Mulai dari turnamen bola, perlombaan ibu-ibu dan anak-anak, hiburan seperti wayang, dangdut, reggae, pengajian, dan puncaknya hari ini panjat bambu,” tutur Subaeta.


Menariknya, kegiatan ini murni hasil *gotong royong*.  

“Anggaran kita dari gotong royong, kolaborasi antara pemerintah desa dengan warga,” ujar Subaeta.


*Semangat Pantang Menyerah*  

Salah satu peserta, *Roni*, mengaku ikut setiap tahun. Bagi dia, panjat bambu bukan cuma soal hadiah.  

“Seru. Saya ikut setiap tahun,” katanya sambil ditopang rekan-rekannya untuk mencapai puncak.


Keringat, oli bekas, dan jatuh bangun jadi bagian dari perjuangan. Tapi semangat mencoba kembali justru jadi daya tarik utama.


Bagi Subaeta, 81 bambu bukan hanya simbol usia kemerdekaan. Perjuangan peserta di atas bambu menjadi gambaran kecil tentang semangat pantang menyerah dan gotong royong warga Gunung Karamat.

“Kemeriahan HUT RI bukan hanya tentang perlombaan. Kebersamaan warga menjadi nilai utama yang harus terus dipertahankan


Ateu Ellah