Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami Siapkan Strategi Untuk Tangkal Bank Emok
-->

Advertisement


Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami Siapkan Strategi Untuk Tangkal Bank Emok

LKI CHANNEL
09 Desember 2019

LKI-CHANNEL , SUKABUMI
Kegiatan bank emok merupakan kegiatan pemberian pinjaman secara berkelompok (Group Lender) biasanya kegiatan tersebut dilakukan dengan menandatangi warga dengan sasaran  rata-rata ibu-ibu sambil emok (cara duduk perempuan dalam bahasa sunda).

Keadaan bank emok cukup berkembang dibeberapa wilayah kabupaten sukabumi,model pinjaman berkelompok ini memiliki sistem pembayaran secara tanggung renteng.

Setiap anggota kelompok diwajibkan menutupi atau membantu anggota lain yang kesulitan dalam pengembalian pinjaman,tidak jarang setiap anggota kelompok timbul perpecahan dan perselisihan, Senin 10/12/2019

Menyikapi hal tersebut bupati sukabumi H.Marwan Hamami menyatakan mulai melakukan penataan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) ex Program Nasional Pemberdayaan Masyarkat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri).kita lakukan penataan,UPK itu harus bisa memberantas bank emok,kalau masyarakat mau pinjam uang ke UPK aja,bank emok 11℅ bari diudag-udag (Dikejar-kejar oleh penagih)di UPK cuma 2℅,"Ungkapnya.

Diketahui kabupaten sukabumi sudah berupaya meminimalisir kegiatan bank emok melalui Dana Bergulir Masyarakat (DBM) yang dikelola oleh Unit Pengelola Kegiatan UPK yang salah satu fungsinya harus mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir penanganan kemacetan pembayaran pada UPK tidak melakukan pemaksaan bahkan pengikatan berupa jaminan namun atas kesadaran.

Masyarakat sudah dihimbau untuk membantu saudara-saudaranya lewat zakat,infak,sodaqoh,jadi masyarakat yang mengelola itu diserahkan ke BAZ,kalau ini sudah dikelola melalui satu wadah saya yakin permasalahan sosial ini bisa tertangani,saat ini masyarakat masih ada pemahaman bahwa pengelola zakat dikelola dilingkungan masyarakat dan dibagikan langsung dilingkungan itu secara langsung tanpa dikelola oleh BAZ,kalau seperti itu yang ada hanya diseputar itu saja,sementara masyarakat harus memahami bahwa sukabumi itu luas,"Tegasnya

Meski pemerintah mengeluarkan peraturan dalam bentuk apapun namun jika kesadaran masyakat masih kurang maka akan sulit,sehingga diperlukan kesadaran dan upaya bersama dalam mengelola zakat infak shodaqoh Melalui BAZ,"Pungkasnya  (Mamat's Dolen)