Sejumlah Wartawan Datangi BAPPEDA Kabupaten Bogor Kritisi Undangan Liputan
-->

Advertisement


Sejumlah Wartawan Datangi BAPPEDA Kabupaten Bogor Kritisi Undangan Liputan

LKI CHANNEL
04 Desember 2019

LKI-CHANNEL , BOGOR
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bogor  mendapat kritik dari sejumlah wartawan cetak dan online. 

Bappeda Kabupaten Bogor menyelenggarakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) no 4 tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) tahun 2018/ 2023 di Auditorium Setda Kabupaten Bogor. Selasa (3 /12/2019).

Namun usai acara tersebut kantor Bappedalitbang pun di datangi oleh sejumlah wartawan yang merasa di anak tirikan oleh Bappeda dan dinilai diskriminatif4 karena dalam list undangan peliputan hanya mencantumkan 4 media dalam hal sosialisasi dan publikasi kegiatan tersebut. 

H.Nur Kholis Sekjen PWRI Kabupaten Bogor mengatakan "Media adalah pilar demokrasi, tanpa adanya media bagaimana masyarakat bisa tahu, jadi janganlah mengklasifikasi dan mengelompokan, wartawan adalah pejuang-pejuang rakyat, kami bukan pengemis, tidak semua wartawan disini hanya untuk mencari uang, kami disini ada sebuah beban moral, ada sebuah tanggung jawab." ucapnya. 

"Dan Kami merasa kecewa pada kinerja ketua Bappeda Kabupaten Bogor syarifah Sopiah karena pilih kasih kepada wartawan dalam sosialisasi RPJMD Kabupaten Bogor ini. Karena Bapeda hanya mengundang 4 media saja, kegiatan ini adalah menyangkut kepentingan publik, siapapun berhak untuk hadir, terlebih media yang menjadi mitra masyarakat untuk mendapatkan haknya atas keterbukaan informasi dari semua kebijakan yang akan dikerjakan oleh jajaran Pemkab Bogor ", tegasnya. 

"Di Kabupaten Bogor ini banyak wartawan lain dan ini menunjukan bahwa Bappeda Kabupaten Bogor sudah membeda bedakan wartawan di Kabupaten Bogor, dan kami anggap tidak cukup sampai di sini saja, kami dari PWRI akan mengundang Ketua Bappeda untuk mengklarifikasi dan memberikan alasannya sehingga kedepannya hal seperti ini tidak terjadi lagi", pungkasnya.
(Yusdiansah)