Ketum PB. PGMNI kecam Pernyataan Mentri Keuangan.
-->

Advertisement


Ketum PB. PGMNI kecam Pernyataan Mentri Keuangan.

LKI CHANNEL
21 August 2025

LKI Channel Karawang.


Pernyataan menkeun Sri Mulyani beberapa hari terakhir ini cukup membuka sudut pandang kami terhadap pemerintah yg terapresiasikan oleh menteri keuangan Sri Mulyani, dengan berani nya dia mengatakan bahwa guru menjadi beban Negera. 


" Secara pribadi saya TDK tahu apa maksud beliau dan latar belakang beliau saat menyatakan hal yg cukup menganggu perasaan kaum guru, apalagi statement beliau di tonton oleh banyak kalangan dan komentar yg beragam", tegasnya.


Kang H. Heri Purmana sapaan akrab ketua PG.PGMNI menambahkan pernyataannya terkait guru beban negara,


" Tapi peristiwa ini membuat mata kami kaum guru madrasah menjadi sedikit terbelalak, pantas saja pemerintah TDK begitu  serius dan fokus mengurusi hal hal hidup dan masa depan guru madrasah, ternyata selama ini pemerintah menganggap guru adalah beban Negera, tapi apakah pemerintah tau klw guru madrasah hampir 90 % adalah guru honorer yg tidak membebani keuangan negara secara signifikan ... Jadi guru mana yg di maksud oleh Menkeu," ujarnya.


Karena frase yang di gunakan adalah guru secara umum maka kami dari komunitas guru madrasah merasa tersinggung karena kami juga adalah guru yg merasa selama ini jauh dari perhatian pemerintah dalam hal kesejahteraan dan masa depan lalu kami di anggap sebagai beban Negera. Padahal ada jutaan di anak anak di daerah yg akhlak, mental moral dan keilmuan nya bergantung kepada kami kaum guru madrasah.


Jika kami memang dianggap sebagai beban negara maka sudah bubarkan saja guru dan sekolah juga madrasah karna bangsa ini susah utk maju dan sejahtera jika beban nya terlalu banyak. Setelah sekian lama bangsa ini berjalan kali ini kami di anggap sbg beban negara .. maka kami ingin ketegasan Menkeu berani atau tidak bubarkan guru dan madrasah nya dan hrs siap juga dengan segala resiko dan konsekwensi nya.


Karna kami akan selalu siap berada di garda terdepan untuk menjaga Marwah kaum guru dan martabat madrasah di seluruh Indonesia... Bravoo PGMNI," pungkasnya.


(Nana Nuryadin )